SUMENEP, koranmadura.com – Nilai investasi di Kabupaten Sumenep terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tahun 2023 lalu, investasi di wilayah ini bahkan mencapai Rp2,1 triliun.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyatakan bahwa 95 persen dari nilai investasi tersebut berasal dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Dari mana datanya (bahwa 95 persen dari sektor UMKM)? Dari Nomor Induk Berusaha (NIB),” ungkap orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini.
Menurutnya, pertumbuhan UMKM di kabupaten paling timur Pulau Madura belakangan cukup pesat. Pada tahun lalu mencapai lebih dari 4 persen.
Bupati Fauzi mengajak para pelaku UMKM di daerahnya memasukkan produknya ke Katalog Elektronik (e-Katalog). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan pemasaran produk lokal secara lebih luas.
“Sekarang serba memakai e-Katalog pada setiap kegiatan pemerintah. Nah, ketika sudah bergabung, maka penyelenggara cukup memilih di katalog elektronik untuk kebutuhan kegiatan,” jelasnya.
Pemkab Sumenep berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi pertumbuhan UMKM di daerahnya melalui berbagai program dan kebijakan yang pro-UMKM. (FATHOL ALIF/DIK)