SUMENEP, koranmadura.com – Dua kapal mengalami kecelakaan di perairan Pantai Slopeng, Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyebabkan 17 orang nelayan membutuhkan pertolongan akibat kapal yang mereka tumpangi pecah setelah tabrakan.
Mengetahui informasi ini, Kantor SAR Surabaya mengerahkan personil untuk melakukan upaya pertolongan terhadap para korban.
Dalam operasi SAR ini Basarnas Surabaya dibantu oleh Potensi SAR yang telah dibekali kemampuan teknik pertolongan di permukaan air atau water rescue.
Dalam prosesnya, tim SAR gabungan yang telah tiba di posko SAR dibagi menjadi 4 search and rescue unit (SRU), yakni 2 SRU air dan 2 SRU darat.
Pantauan di lokasi, SRU satu dengan menggunakan perahu karet tampak bergerak cepat mendekati lokasi korban yang terapung di perairan untuk dievakuasi ke darat secara bertahap.
Sementara itu, tim medis juga telah siap untuk melakukan penanganan lebih lanjut terhadap korban yang telah dievakuasi.
Di sisi lain, SRU dua berkomunikasi dengan pilot drone yang melakukan pencarian korban via udara, dan melihat adanya korban lain.
SRU dua pun langsung mendekati lokasi ditemukannya korban dan melakukan evakuasi terhadap para korban kecelakaan laut.
Sementara SRU tiga dan SRU empat melakukan teknik pertolongan di permukaan air terhadap korban yang terbawa ombak hingga ke bibir pantai.
Personil SRU darat ini juga terlihat melakukan RJP terhadap korban yang tidak ditemukan denyut nadi dan nafasnya.
Akibat tidak bisa berenang dan panik, tiga nelayan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di bibir pantai dan langsung dievakuasi oleh SRU darat. Seluruh korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat.
Adegan di atas merupakan simulasi saat penutupan pelatihan potensi SAR teknik pertolongan di permukaan air yang digelar Kantor Basarnas Surabaya di Pantai Slopeng, Sumenep, Selasa, 7 Mei 2024.
Kepala Seksi Sumber Daya Kantor Basarnas Surabaya M. Zaenal Arifin mengatakan, pelatihan dengan skema teknik pertolongan di atas permukaan air tersebut diperuntukkan bagi seluruh potensi SAR di Madura.
“Karena wilayah Madura, baik di sisi utara, timur, dan barat dikelilingi oleh wilayah perairan. Sehingga kami rasa seluruh potensi SAR atau relawan di Madura memiliki kemampuan teknik pertolongan di permukaan air,” katanya.
Peserta pelatihan tersebut sebanyak 50 orang terdiri dari 31 instansi. Di antaranya BPBD, Tagana, Senkom, Satpol PP, PMI, Kwarcab, LPBI NU, UPT Wisata Pantai Slopeng, Perwakilan Rukun Nelayan Pamekasan, SAKA SAR, Mapala, FPRB, dan instansi relawan lainnya.
Zaenal mengungkapkan, harapan dari kegiatan ini, seluruh peserta dapat memiliki kemampuan tentang teknik pertolongan di permukaan air.
“Selanjutnya, juga bisa membangun solidaritas. Ketika melakukan operasi SAR, mereka memiliki visi yang sama, melakukan tindakan yang sama sehingga dalam pelaksanaan operasi SAR bisa tertata dengan rapi dan maksimal,” tambahnya. (FATHOL ALIF/DIK)