BANGKALAN, koranmadura.com – Alimudin, pemilik tambak udang di Desa Lembung, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, harus menanggung penderitaan atas nasib usahanya yang mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Menurut pengakuan Alimudin, ia telah menggeluti usaha tambak udang selama puluhan tahun. Namun, belakangan ini, dia selalu menghadapi nasib malang dalam usahanya. Udangnya sering mati ketika berumur 2 – 3 bulan, tanpa alasan yang jelas.
“Saya memiliki 4 petak tambak udang yang berdekatan. Namun, udang-usang saya sering terserang penyakit, yang mengakibatkan banyak kematian,” ujarnya pada Rabu, 1 Mei 2024.
Meskipun tidak mengetahui jenis penyakitnya, Alimudin menyatakan bahwa udang-udangnya tampak pucat dengan bintik-bintik hitam, dan menolak untuk makan. Akibatnya, ia mengalami kerugian besar hingga ratusan juta rupiah karena harus memanen udang lebih awal dan menjualnya dengan harga murah.
“Ketika jumlah udang mati sudah banyak, saya terpaksa memanennya dan menjualnya dengan harga rendah. Akibatnya, saya mengalami kerugian besar,” tambahnya.
Nasib serupa juga dialami oleh rekannya, Romli, yang memiliki tambak udang di sekitar wilayah tersebut. Meskipun telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan serangan penyakit, hasilnya masih belum memuaskan.
“Saya telah mencoba berbagai macam obat dan mengubah pola budidaya, tetapi hasilnya masih tidak memuaskan,” katanya. (MAHMUD/DIK)