SAMPANG, koranmadura.com – Muncul kekecewaan dan protes dari sejumlah warga Desa Asem Nonggal, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terhadap kinerja Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.
Para warga dan tokoh masyarakat Desa Asem Nonggal menyuarakan ketidakpuasan mereka karena program pembangunan di desa tersebut belum terealisasi meskipun Dana Desa (DD) 2024 telah dicairkan pada tahap pertama.
“Masyarakat sekarang sudah banyak mengeluh, karena pencairan DD tahun anggaran 2024 sudah cair cukup lama. Namun, kegiatan di desa belum juga ada tanda-tanda untuk digelar,” ujar Samsuri (44), salah seorang tokoh di Dusun Topak, Desa Asem Nonggal, kepada awak media, Jumat, 3 Mei 2024.
Dia menambahkan bahwa saat ini kebutuhan utama masyarakat adalah perbaikan jalan utama desa yang rusak parah serta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) karena sering terjadi kecelakaan di malam hari.
“Yang dibutuhkan sekarang oleh masyarakat yaitu berupa jalan makadam dan penerangan jalan. Sebab jalan-jalan yang rusak di desa kami perlu diperbaiki. Sedangkan dana yang sudah turun belum ada kegiatan sama sekali sampai sekarang. Makanya kami mendesak Pj Kades untuk memperhatikan kondisi pembangunan desa,” pintanya.
Dia juga menyampaikan bahwa jalan utama desa yang rusak sudah berlangsung selama delapan tahun, padahal akses tersebut sangat penting bagi warga yang tinggal di tiga dusun di Desa Asem Nonggal untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
“Akses jalan di tiga dusun ini kondisinya rusak parah. Ya kalau hujan menjadi becek. Tadi kan saat lewat yang mau ke sini gimana rasanya, bolong-bolong dan bergelombang kan,” paparnya.
Sementara Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Asem Nonggal, Ainul Habibi (32), mengungkapkan bahwa mereka telah berkomunikasi dengan Pj Kades untuk memastikan bahwa program pembangunan desa akan segera dilaksanakan. Salah satu kebutuhan mendesak adalah pembangunan jalan utama desa dan pemasangan PJU.
“Kalau anggaran DD 2024 yang sudah cair pada tahap pertama yaitu sekitar kurang lebih Rp130 juta. Sedangkan anggaran DD selama satu tahun di Desa Asem Nonggal itu tidak sampai Rp1 miliar,” katanya.
Menanggapi desakan dari warga dan tokoh setempat, Ainul Habibi menekankan pentingnya agar program pembangunan segera dilaksanakan agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.
“Nanti jika Pak Pj Kadesnya sudah sehat, ya cepat-cepat dikerjakan agar masyarakat tidak bertanya-tanya, untuk apa dananya. Ya biar enak dan masyarakat tidak menanyakan terus, apalagi program kegiatan yang diminta masyarakat merupakan program peningkatan pembangunan desa,” ungkapnya.
Lebih jauh pihaknya membeberkan, untuk rencana kegiatan makadam yaitu kurang lebih 200 meter yang akan dikerjakan di Dusun Pendeh. Sedangkan untuk pemasangan PJU akan dilakukan di jalan protokol yang berada di Dusun Topak.
“Setelah bertemu pak Pj Kades, kemungkinan pekan depan akan digelar kegiatan-kegiatannya,” pungkasnya. (MUHLIS/DIK)