SAMPANG, koranmadura.com – Mantan Bupati Sampang, Slamet Junaidi, resmi mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) untuk Pilkada Sampang 2024. Pendaftaran dilakukan di kantor DPC Gerindra dan DPC PKB Sampang.
Didampingi kader Nasdem, ulama, kiai, tokoh masyarakat, dan simpatisan, mantan Bupati Sampang periode 2019-2024 ini memulai pendaftaran di DPC Gerindra Sampang. Kemudian, Slamet Junaidi melanjutkan pendaftaran di DPC PKB yang berlokasi di Graha Gus Dur, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Imam Bonjol.
H Slamet Junaidi berharap, dengan mendaftarkan diri ke DPC PKB, dapat memperkuat kerjasama yang sudah terjalin selama lima tahun terakhir. “Kami berharap dapat melanjutkan pembenahan dan menyusun program kerja sama untuk ke depan, jika PKB memberikan rekomendasi kepada kami,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa selama ini, hubungan antara legislatif dan eksekutif, terutama dengan ketua DPRD Sampang dari fraksi PKB, berjalan dengan baik. “Jika kami ditakdirkan kembali bersama PKB, kami akan terus berbuat lebih baik untuk masyarakat Kabupaten Sampang,” ungkapnya.
Slamet Junaidi juga menekankan pentingnya program yang berasas manfaat, sesuai dengan apa yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir.
“Kami tidak ingin masuk neraka karena menjadi bupati. Kami berharap apa yang kami lakukan menjadi bekal di akhirat. Hari ini, saya didampingi oleh ulama serta perwakilan dari 14 kecamatan. Mohon doanya agar saya bisa memimpin kembali dan PKB bisa bersama kami lagi,” jelasnya.
Menanggapi banyaknya tokoh yang sudah mendaftar ke DPC PKB, Slamet Junaidi, yang akrab disapa Aba Idi, yakin akan mendapatkan rekomendasi dari PKB. “Melihat sejarah kerjasama selama lima tahun dengan PKB, hubungan kami sangat baik,” akunya.
Ketika ditanya mengenai sosok pendamping Bacawabup, Aba Idi menyatakan bahwa keputusan tersebut akan dipikirkan nanti. “Untuk pendamping, kami akan memikirkannya nanti,” pungkasnya.
Ketua Desk Pilkada DPC PKB Sampang, KH. Nur Kholis Mukhtar, menyampaikan bahwa H. Slamet Junaidi datang untuk mendaftarkan diri sebagai Bacabup. “Sebelumnya, KH. Mamak dan H. Ab serta Pak Noer Tjahja juga sudah mendaftar sebagai Bacabup, dan hari ini H. Slamet Junaidi,” katanya.
Nur Kholis menjelaskan bahwa Desk Pilkada DPC PKB hanya bertugas menerima pendaftaran dan memprosesnya untuk kemudian diserahkan ke DPW dan DPP.
“Yang memutuskan adalah DPP PKB. Semua bakal calon berkomunikasi intens dan kami terima dengan baik sesuai prosedur DPC PKB. Memang, untuk hari ini, yang mengantar bakal calon sangat banyak,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa DPC PKB berkomitmen menjajaki kerja sama dengan kades. Namun, keputusan final ada di tingkat yang lebih tinggi. “Di internal kami, untuk tingkat Bacawabup, sudah ada yang siap. Ketua dan Sekretaris DPC layak,” katanya.
Nur Kholis menegaskan bahwa DPC PKB tidak berkewenangan melakukan uji kelayakan dan kepatutan. “Uji kelayakan dan kepatutan dilakukan oleh DPW dan DPP. Kami di DPC hanya menerima instruksi,” pungkasnya. (MUHLIS/DIK)