BANGKALAN, koranmadura.com – Menjelang Iduladha 1445 H, harga sapi di Bangkalan, Madura, Jawa Timur turun dibandingkan 2023 lalu. Saat ini, harga paling Paling murah dipatok Rp18 juta, padahal tahun 2023 lalu mencapai Rp20 juta pe rekor.
Hal tersebut diakui oleh salah satu pedagang sapi, Junaidi. Menurutnya, tahun lalu, dirinya bisa menjual dua ekor dengan total harga Rp40 juta. Namun saat ini dirinya menjual 4 ekor dengan harga total Rp70 juta.
“Jadi, dulu satu satu ekor bisa Rp20 juta. Sekarang satu ekor hanya Rp17,5 sampai Rp18 juta. Jadi dibandingkan tahun lalu turun sekitar Rp2 juta,” kata dia, Kamis 13 Juni 2024.
Ia mengaku tidak memiliki pangkalan jual beli sapi. Biasanya, pembeli datang ke kandang sapi dekat rumahnya, di Kelurahan Mlajah. Menurutnya, daya beli masyarakat saat ini berbeda jauh dengan tahun lalu.
“Biasanya saya menyediakan sapi kurban 20 sampai 30 sapi kurban. Dulu setiap harinya ada 3 sampai 5 orang datang ke rumah beli sapi, saat ini kadang hanya ada 1 – 2 orang, kadang tidak ada,” katanya.
Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan, Ahmad Hafid mengatakan, virus PMK dan LSD tahun ini relatif lebih terkendali dari pada tahun lalu. Berkaitan dengan harga jual hewan kurban sempat ada kenaikan harga.
“Awal bulan Juni harga sapi kurban sempat naik. di peternak naik Rp1 sampai Rp1,5 juta. Sementara di pasar naik Rp2 sampai 2,5 juta,” tutur dia.
Penurunan harga sapi saat ini, menurutnya disebabkan beberapa faktor. Di antaranyta stok sapi yang meningkat, sementara permintaan dari masyarakat cukup kecil. “Antara penawaran dengan permintaan, lebih banyak penawaran, sehingga mempengaruhi harga,” kata dia. (MAHMUD/RED)