SAMPANG, koranmadura.com – Sebanyak 70 titik Desa atau Kelurahan ditargetkan dapat membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) melalui kegiatan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) oleh Badan Penanggukangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Provinsi Jawa Timur, Bige Agus Wahjuono mengatakan, target 70 titik desa/kelurahan yang akan dibentuk Forum PRB melalui kegiatan Destana terus berlangsung hingga Agustus 2024 mendatang. Bahkan pihaknya menegaskan, hingga Juni 2024, sudah terdapat 36 titik desa/kelurahan sudah dilakukan pembentukan Destana, termasuk dua desa di wilayah Kabupaten Sampang yakni Desa Margantoko dan Panyepen, Kecamatan Jrengik.
“Tujuan pembentukan Destana ini di antaranya yaitu terbentuknya Forum Pengurangan Risiko Bencana. Forum ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas masyarakat di daerah atau desa yang rawan bencana, Seperti Desa Margantoko dan Penyepen yang rawan banjir ini,” ujarnya kepada koranmadura.com, Rabu, 19 Juni 2024.
Dengan penguatan kapasitas tersebut ia berharap masyarakat bisa mengantisipasi bencana dan mampu melakukan evakuasi secara mandiri.
“Margantoko dan Penyepen kita pilih karena secara topografi dua desa ini sepeti cekungan. Pada saat turun hujan di wilayah utara, air akan melewati desa ini dan akan terjadi banjir meski di dua desa tersebut tidak turun hujan. ” paparnya.
Menurutnya, dengan kegitan destana, akan dipasang rambu-rambu atau jalur evakuasi di wilayah rawan bencana. Dan masyarakat akan diberi pengetahuan bagaimana mengenali dan menjadikan rambu-rambu tersebut sebagai petunjuk untuk evakuasi diri saat bencana terjadi. (MUHLIS/OBETH)
_______________________
F: Kabid PK BPBD Provinsi Jawa Timur, Bige Agus Wahjuono (baju orange) bersama Kalaksa BPBD Sampang Candra Romadani Amin (baju batik biru) saat mendatangi kegiatan Destana di Desa Margantoko, Kecamata Jrengik, Sampang.