PAMEKASAN, koranmadura.com– Wakil Rektor Universitas Islam Madura (UIM), Mohammad Subhan mendesak Polres Pamekasan, Madura Jawa Timur untuk segera melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pengeroyokan kepada mahasiswanya yang terjadi di Desa larangan Badung Kecamatan Palengaan beberapa hari lalu.
Korban pengeroyokan bernama Rofiqul Amin. Ia dikeroyok setelah melaksanakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang dilaksanakan oleh Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan.
Mohammad Subhan, atas nama pimpinan Universitas Islam Madura meminta kepada Kapolres Pamekasan untuk mengusut tuntas kekerasan yang menimpa mahasiswa salah satu mahasiswanya tersebut.
“Saya berharap dalam waktu 3×24 Jam semua pelaku ditangkap secara profesional oleh penegak hukum. Usut tuntas kasus ini agar tidak bias ke persoalan-persoalan lainnya,” ungkap Mantan komisioner KPU Pamekasan periode 2014-2019 tersebut, Rabu, 26 Juni 2024.
Selain itu ia juga meminta Kepala Desa dan tokoh masyarakat Desa Larangan Badung untuk membantu mengungkap kasus tersebut. Sebab, menurutnya, apa pun persoalannya, sangat tidak etis diselesasikan dengan cara-cara kekerasan. “Maka dari itu, saya juga meminta aktivis kemanusiaan harus ikut membantu mengungkap,” harapnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiarto mengatakan pihaknya sudah memeriksa 3 orang saksi dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap aktivitis tersebut. “Penyidik bergerak cepat dan sudah memeriksa 3 saksi,” singkatnya. (SUDUR/OBETH)