SUMENEP, koranmadura.com – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep menyediakan rumah tunggu kelahiran bagi warga kepulauan sebagai salah satu langkah antisipasi kejadian melahirkan di atas kapal.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Sumenep, Desi Febriana, mengungkapkan bahwa rumah tunggu kelahiran itu bisa dimanfaatkan para ibu hamil asal kepulauan, khususnya yang memiliki risiko tinggi, menunggu kelahiran anaknya untuk mengurangi risiko persalinan darurat di perjalanan.
“Kami sudah punya rumah tunggu kelahiran di Sumenep. Jadi bagi ibu-ibu hamil, terutama yang berisiko tinggi, bisa termobilisasi lebih dulu ke rumah tunggu kelahiran,” ujarnya.
Menurut dia, kasus rujukan persalinan dari kepulauan ke rumah sakit di wilayah daratan Sumenep cukup tinggi. Namun, untuk kasus ibu hamil yang melahirkan di perjalanan atau di atas kapal sangat minim, dan sejauh ini dapat tertangani dengan baik.
Oleh karena itu, Dinkes P2KB Sumenep terus menekankan pentingnya kemampuan atau skill bagi petugas kesehatan di wilayah kepulauan. Sehingga ketika ada kejadian darurat, seperti ibu hamil tiba-tiba melahirkan di atas kapal saat hendak dirujuk ke rumah sakit di daratan, bisa dilakukan penanganan maksimal.
Sekadar diketahui, sebelumnya, Sitti Nur Kumala (27), seorang ibu hamil asal Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep, melahirkan bayi laki-laki di atas kapal saat hendak dirujuk ke rumah sakit di daratan Sumenep.
“Saya tidak menyangka sama sekali akan melahirkan di atas kapal,” ujar Sitti yang melahirkan anak keduanya dalam perjalanan laut menggunakan kapal Dwi Citra Dharma 1. (FATHOL ALIF/SOE)