SAMPANG, koranmadura.com – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) PWNU Jatim bersama Siap Siaga (SS),
Selasa (13 Agustus 2024), melaksanakan Diseminasi Program Akselerasi Destana dan Integrasi dalam Mekanisme Perencanaan Desa, untuk wilayah Kabupaten Sampang, Madura.
Kegiatan tersebut juga bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang yang laksanakan di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) setempat.
Program Polisi Officer Siap Siaga (SS) Jatim, Mambaus Su’ud, menjelaskan, kegiatan tersebut mempertemukan pemangku kegiatan (stakeholder) tingkat Desa Tangguh Bencana (Destana) dengan stakeholder tingkat Kabupaten untuk menselaraskan kegiatan penanggulangan bencana.
“Beberapa kegiatan di tingkat desa, ada yang membutuhkan dukungan dari kabupaten. Misalnya, penganggaran dan penyediaan dana serta regulasi atau aturan,” ujarnya.
Meski desa sudah memiliki sumber pembiayaan dan penganggaran sendiri, kata dia, namun masih memerlukan dukungan kelembagaan tingkat kabupaten, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) maupun Bappelitbangda.
Selain itu, jelas Su’ud, kegiatan tersebut merupakan upaya kolaborasi pemberian dukungan moril kepada sembilan desa yang sudah terbentuk Destana yang pembentukannya difasilitasi LPBI NU dan Siap Siaga.
Harapannya, kata dia, Destana bisa melakukan kegiatan penanggulangan bencana secara berkelanjutan dan mandiri serta tidak tergantung pada program program pemerintah.
“Apalagi saat ini Destana di Sampang sudah ada dukungan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten maupun pemerintah daerah setempat,” katanya.
Di Kabupaten Sampang, sudah terbentuk Destana di 19 desa dan kelurahan. Rinciannya, pembentukan Destana di 9 difasilitasi LPBI NU-SS Jatim melalui program Piloting Destana Inklusif dan 10 desa lainnya telah dibentuk oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Misi Destana, jelas Suud, menggerakan masyarakat desa dan memperkuat kapasitas mereka untuk menjadi maayarakat tangguh bemcana.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiawan, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang dilaksanakan LPBI NU dengan SS Jatim tersebut sebagai upaya pemetakan dan mitigasi bencana sejak dini.
“Dari hasil pemetaan itu akan diketahui bentuk bencana di masing-masing desa, kebutuhan untuk penanganan dampaknya dan kemampuan masyarakat serta kebutuhan dukungan dari pemerintah,” katanya. (Muhlis/g.mujtaba)