BANGKALAN, koranmadura.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan, Madura, Jawa Timur merespons surat terbuka Bangkalan Soccer Academy (BSA) perihal pemakaian Stadion Gelora Bangkalan (SGB), yang ditujukan ke Pj Bupati, Arief M. Edie.
Staf Dispora Bangkalan, dalam hal ini penanggung jawab SGB, Chandra Irawan mengatakan, pada prinsipnya stadion kebanggaan masyarakat Madura ini bisa digunakan oleh siapapun, selama mematuhi aturan berlaku.
“Kami harap semua pengguna SGB bisa memahami aturan yang berlaku. Sebab, aturan pemakaian SGB sudah ada di peraturan daerah,” kata dia, Sabtu 3 Agustus 2024.
Dia menegaskan, isi dalam surat terbuka dari Manajemen BSA terkait tidak memperbolehkan masuk ke SGB untuk berlatih tidak benar. Pada pukul 18.00 WIB lapangan dibuka, setelah pemain Madura United berlatih.
“Tidak benar, stadion di buka jam 18.00 WIB setelah pemain Madura United berlatih dan dibersihkan lapangannya,” kata dia.
Dia menjelaskan, pada bulan Mei dan Juni lapangan SGB sering dipakai pertandingan Madura United, lalu pihak Dispora ke bersangkutan bersurat untuk merawat lapangan karena intensitas pemakaian terlalu padat.
Karena, lanjut Chandra, sebelum itu ada inspeksi dari PSSI Pusat dan PT LIB, temuannya terkait kondisi rumput di lapangan yang perlu perawatan. Sehingga harus mengurangi intensitas pemakaian padat.
“Jadi kami harus memberi waktu jeda hari lapangan tidak digunakan agar pertumbuhan rumput maksimal. Jadi, lapangan latihan direkomendasikan di alun-alun,” kata dia.
Disampaikan Chandara, jika melihat di lapangan Sidoarjo Deltras dan Gelora Bung Tomo yang sudah dipakai oleh LIB, maka tidak dipakai untuk latihan lain, namun di Bangkalan masih tetap terbuka untuk latihan.
Selama ini, lanjut dia, Kadispora Bangkalan, tidak pernah memerintahkan ke petugas untuk menutup lapangan SGB. Namun, Kadispora hanya mengarahkan bagi penyewa untuk membayar kewajibannya melalui rekening daerah.
“Jadi ini adalah bentuk kepedulian pemerintah di dunia olahraga sepak bola, walaupun SGB sudah dipakai oleh LIB tetap kami perbolehkan untuk latihan,” tutur dia.
Pihaknya menyampaikan, menurut Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2014, tentang pajak daerah dan retribusi bahwa sewa lapangan bola di malam hari biaya solar untuk lampu ditanggung oleh penyewa.
“SGB ini adalah stadion kebanggaan masyarakat Bangkalan mari kita jaga dan rawat bersama, agar kedepannya SGB ini lebih baik lagi,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, manajemen BSA telah berkirim surat terbuka kepada Pj Bupati Bangkalan, yang berisi sebagai berikut:
Assalamualaikum Wr. Wb.
Bapak Pj Bupati Bangkalan
BURUKNYA LAYANAN SGB
Jum’at (2/8/2024), Bangkalan Soccer Academy (BSA) hendak melakukan latihan di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), 18.00-20.00 WIB sesuai izin Kadispora BSA diberikan izin Jum’at dan Sabtu di jam yang sama.
Sebelum pukul 18.00 para siswa, pelatih dan orang tua siswa sudah tiba di SGB, tetapi pintu belum dibuka. Petugas Stadion belum berani membukakan karena menunggu perintah saudara Chandra Irawan (entah apa jabatannya terkait dengan SGB).
Lalu saya telpon saudara Chandra menanyakan kenapa pintu belum dibuka. Jawabnya, atas perintah Kadispora BSA harus bayar dulu retribusi pemakaian lapangan untuk pemakaian malam ini.
Saya kaget, karena selama ini BSA bayarnya setiap bulan setelah pemakaian. Lalu saya transfer Rp1,5 juta sesuai tarif di Perda ke rekening Bendahara Dispora Bangkalan.
Lalu saya telpon Kadispora, saya konfirmasi perihal tersebut. Kata Kadispora tidak ada perintah seperti itu. Kami sebagai pemakaian SGB merasa bingung dengan perlakuan seperti itu.
Mohon maaf bapak Pj Bupati, BSA memiliki manajemen yang tertib.
Selama memakai SGB tidak pernah bermasalah dengan kewajibannya melakukan pembayaran. Perlu kami sampaikan juga, selama 2024 kesempatan berlatih di SGB sangat minim, bahkan dalam 3 bulan terakhir hanya 3 kali latihan di SGB (Mei 1 kali dan Juni 2 kali).
Terima kasih.
Manajemen BSA
Imam Syafii
(MAHMUD/DIK)