SAMPANG, koranmadura.com – Rencana distribusi air bersih ke ratusan desa terdampak kekeringan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, masih menunggu ketersediaan anggaran.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Candra Ramadhani Amin, menjelaskan bahwa rencana dropping air bersih ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan, khususnya desa yang mengalami kondisi kering kritis, masih menunggu pencairan anggaran. BPBD telah merencanakan anggaran sebesar Rp150 juta untuk kegiatan ini.
Selain itu, BPBD juga tengah mengupayakan bantuan tambahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp300 juta untuk memenuhi kebutuhan air bersih di ratusan desa yang terdampak.
“Kami masih menunggu anggaran tersebut cair, karena hingga saat ini belum ada balasan dari pihak Provinsi. Sementara dari Kabupaten, anggaran direncanakan melalui APBD Perubahan (PAK),” ujar Candra pada Rabu, 21 Agustus 2024.
Candra mengungkapkan bahwa pada musim kemarau tahun ini, sebanyak 102 desa di wilayah Sampang mengalami kekeringan, dengan tiga kategori yaitu kering kritis, kering langka, dan kering langka terbatas.
“Berdasarkan prediksi BMKG, puncak kemarau terjadi pada pertengahan Agustus ini. Kami berharap sebelum Oktober 2024, distribusi air bersih sudah dapat diselesaikan. Semoga anggaran dari APBD segera cair, sehingga dropping air bersih bisa segera dilakukan untuk membantu warga yang terdampak kekeringan,” harapnya. (MUHLIS/DIK)