SAMPANG, koranmadura.com – Fenomena air menyembur deras ke permukaan hingga setinggi 20 meter di Dusun Tanaong, Desa Pandan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, kini masih menjadi buah bibir.
Pasalnya, semburan air yang sangat deras tersebut kini tiba-tiba berhenti. Senin, 5 Agustus 2024, Sekitar pukul 18.16 wib, tim Kabupaten Sampang yang terdiri dari PDAM, BPBD, DPUPR, Bagian Perekonomian Setdakab, serta pihak keamanan Kecamatan setempat melakukan survei lokasi untuk memastikan keamanan lokasi serta melakukan pemasangan pipa PVC.
“Pemasangan pipa dilakukan agar supaya tidak terjadi pergeseran tanah dan menimbulkan lubang yang lebih besar,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik (KL) Mohammad Hozin kepada Koranmadura.com, mewakili Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Candra Romadhani Amin, Selasa, 6 Agustus 2024.
“Fenomena air menyebur itu karena adanya dorongan gas alam di bawah tanah. Namun setelah gas alam itu habis, air tersebut sekarang sudah tidak lagi menyembur atau keluar ke permukaan. Sedangkan untuk kandungan air
Masih dalam proses uji lab oleh Dinas ESDM Jatim, dan hasilnya masih belum keluar,” paparnya.
Oleh sebab itu, untuk sementara pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendekati sumur bor dan tidak mengkonsumsi airnya sampai hasil uji lab dikeluarkan oleh pihak Dinas ESDM Jatim.
“Dan masyarakat hendakny jangan menyalakan api di sekitar sumur bor, dikhawatirkan kandungan gas masih tersisa di dalam lubang sumur,” imbaunya.
Semburan air hingga mencapai 20 meter tersebut terjadi pada 2 Agustus 2024 kemarin. Air tiba-tiba menyembur deras dari tanah yang sedang dibor oleh warga setempat untuk membuat sumur. Saat air menyembur, kedalaman sumur mencapai 90 meter. (MUHLIS/OBETH)