BANGKALAN, koranmadura.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan, Madura, Jawa Timur berkomitmen akan memasifkan pengolahan sampah menjadi bahan bakar, atau di kenal dengan Refuse derived fuel (RDF).
Hal tersebut dalam upaya menuju zero waste, yaitu meminimalisir volume sampah langsung dari sumbernya melalui sistem pengolahan sampah berbasis masyarakat, sehingga memiliki nilai ekonomis.
Kepala DLH Bangkakan, Anang Yulianto mengatakan, program pengolahan sampah RDF merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
“Kerjasama ini outpunya bahan bakar akan didistribusikan ke PT Semen Indonesia. Kebetulan ada tiga kabupaten yang bekerjasama: Sidoarjo, Malang dan Bangkalan,” kata dia, Rabu 28 Agustus 2024.
Dia menjelaskan, sementara ini ada dua lokasi yang sudah berjalan, yaitu di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Tengket, Arosbaya dan Rumah Daur Ulang di Letnan Sunarto, Kecamatan Kota.
“Untuk menambah hasil olahan bahan bakar kami akan mendorong di semua TPS3R. Selain itu, kami juga menambah kapasitas di rumah daur ulang, menjadi tiga kali lipat pengolahan sampah jadi bahan bakar,” ujar dia.
Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Plt. Kepala Satpol PP Bangkalan berharap, dengan memasifkan aktivitas pengolahan sampah di semua TPS3R, maka misi zero waste terwujud di Kota Dzikir dan Shalawat ini.
“Arah kami adalah di Bangkalan tidak ada sampah yang dibuang, tapi diolah menjadi nilai ekonomis,” pungkasnya. (MAHMUD/SOE