SAMPANG, koranmadura.com – Tim Persemaian Permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Brantas dari Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, melakukan kunjungan ke Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi penanaman ribuan bibit yang telah dilakukan oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) setempat beberapa bulan lalu.
“Kami melakukan monitoring dan evaluasi terhadap bibit pohon yang kami serahkan kepada Forum PRB Sampang,” kata Manager Persemaian Kemlagi BPDAS Brantas, Syafii, Kamis, 1 Agustus 2024.
Dalam evaluasi tersebut, Syafii mengarahkan Forum PRB Sampang untuk melakukan pemetaan lokasi penanaman, baik untuk tanaman kayu-kayuan maupun tanaman produktif. Menurutnya, pemilihan lokasi yang tepat sangat penting untuk memastikan keberhasilan penanaman.
“Tanaman kayu memiliki banyak fungsi, seperti penahanan air hujan, pencegahan erosi, dan pengurangan risiko banjir. Sementara tanaman produktif mendukung pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan harus dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi,” jelasnya.
Syafii menambahkan, pemetaan lokasi yang tepat akan meningkatkan keberhasilan pemeliharaan dan perawatan bibit. Penanaman tanaman produktif di lahan kering atau tegal, misalnya, tidak akan memberikan hasil yang optimal. Faktor iklim, jenis tanah, dan curah hujan di Kabupaten Sampang juga mempengaruhi keberhasilan bibit.
“Pendekatan berbeda diperlukan untuk daerah utara, tengah, dan selatan Kabupaten Sampang. Kami mengajak semua pihak untuk tetap semangat dalam upaya penghijauan, meskipun prosesnya tidak mudah,” ujarnya.
Syafii juga mengapresiasi Forum PRB Sampang yang terus berkomitmen dalam kegiatan penanaman bibit, melibatkan pemerintah, relawan, dan pelajar. Ia berharap penerima bibit dapat merawat dan menjaga bibit tersebut untuk merasakan manfaatnya di masa depan.
Ketua Forum PRB Sampang, Moh Hasan Jailani, menyampaikan terima kasih atas saran dan masukan dari tim Persemaian Kemlagi BPDAS Brantas.
“Kami menghargai setiap masukan dan akan menjadikannya bahan evaluasi. Kami telah menanam sekitar 10 ribu bibit pada musim penghujan kemarin dan akan terus melakukan review untuk meningkatkan hasil di masa mendatang,” pungkasnya. (MUHLIS/DIK)