PAMEKASAN, koranmadura.com – Kekeringan mulai mengancam puluhan desa di Pamekasan, Madua, Jawa Timur di tengah musim kemarau yang berlangsung saat ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mulai menyiapkan langkah antisipatif dengan menyiapkan delapan unit truk tangki untuk disalurkan ke beberapa desa terdampak kekeringan.
Tercatat ada 76 desa yang terdampak kekeringan dengan 269 dusun yang tersebar di sepuluh kecamatan.
Plt Kepala BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan bahwa penyaluran air sudah dimulai dilakukan.
“Secara simbolis, penyaluran air digelar bulan 17 Agustus 2024 kemarin, yang dilepas oleh Pj Bupati setelah HUT Kemerdekaan RI,” ungkapnya, Jum’at, 23 Agustus 2024.
Menurutnya, penyaluran tersebut dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Berdasarkan data yang masuk, sebanyak 188 dusun masuk kategori langka, dan 81 masuk kategori kritis.
“Kekeringan kategori kritis, pemenuhan air mencapai 10 liter lebih per orang per hari, atau jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih sejauh 3 kilometer atau lebih. Sedangkan kering langka di bawah 10 liter per orang per hari atau jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdelat sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer,” terangnya. (SUDUR/SOE)