SUMENEP, koranmadura.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menggelar workshop daring bertajuk “Berkarya Jurnalistik untuk Publik” bekerja sama dengan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Surabaya, Sabtu, 3 Agustus 2024. Salah satu upaya meningkatkan sinergi antara industri hulu migas dengan media massa ini dinilai perlu terus dilaksanakan di waktu-waktu berikutnya.
Workshop “Berkarya Jurnalistik untuk Publik” merupakan bagian awal dari rangkaian Lomba Karya Jurnalistik SKK Migas-KKKS Jabanusa yang mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Media massa dalam mendukung 22 Tahun Pengelolaan Industri Hulu Migas”. Tujuan dari lomba ini yaitu untuk mendorong para jurnalis agar menghasilkan karya jurnalistik yang menampilkan prestasi dan liputan yang positif mengenai industri hulu migas.
Peserta dalam kegiatan tersebut adalah para wartawan dari berbagai daerah di wilayah Jabanusa, termasuk wartawan media siber, televisi, cetak, dan radio.
Analis Senior Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Dimas Ario Rudhy Pear, mengatakan sejauh ini kontribusi media terhadap industri hulu migas sudah cukup bagus, terlihat dari pemberitaan yang masif.
Hingga Juni 2024, terdapat 13.140 pemberitaan tentang industri hulu migas, dengan 11.343 (86 persen) di antaranya bersifat positif, 1.510 (12 persen) netral, dan hanya 287 (2 persen) negatif.
“Dengan diadakannya lomba karya jurnalistik ini, kami berharap teman-teman dapat mengeksplor lebih jauh, terutama kontribusi industri hulu migas terhadap bangsa ini, baik yang melalui CSR (Corporate Social Responsibility atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan), PPM (Program Pengembangan Masyarakat), penghijauan, bagi hasil untuk keberlanjutan ekonomi di daerah, dan lain sebagainya,” ujar dia.
Dimas menjelaskan, dalam 22 tahun terakhir, industri hulu migas telah menyumbang Rp5.045 triliun terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan 30% dari total penerimaan negara. Efek berganda lainnya adalah peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang berkontribusi sebesar Rp76,5 triliun dan telah menyerap 150.000 tenaga kerja.
Selain itu, sambungnya, industri ini juga memberikan kontribusi sebesar Rp143,6 triliun kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mendorong sekitar 9,88% pertumbuhan UMKM.
“Sekali lagi, harapan kami, teman-teman dapat mengomunikasikan kontribusi industri hulu migas dalam hal pembangunan nasional, baik dari segi ekonomi maupun sosial, keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, inovasi teknologi, dan keamanan serta keselamatan kerja,” tambah dia, menegaskan.
Salah seorang peserta workshop, Taufiqurrahman, mengapresiasi kegiatan tersebut, “Karena tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan jurnalistik kami, tapi juga menunjukkan sinergi positif antara industri hulu migas dengan media massa.”
Menurutnya keberlanjutan kegiatan semacam ini sangat penting untuk memastikan para jurnalis dapat terus mengasah keterampilan mereka, sekaligus memperkuat hubungan antara industri hulu migas dengan media massa.
Wartawan yang akrab disapa Taufiq ini mengucapkan terima kasih kepada SKK Migas – KKKS Jabanusa yang menggelar kegiatan tersebut, dan kepada LPDS karena telah menunjuk pemateri yang betul-betul kompeten di bidang jurnalistik.
“Setiap materi yang disampaikan sangat relevan dan memberikan wawasan baru bagi kami. Kegiatan seperti ini perlu kembali digelar sebagai wujud sinergi antara industri hulu migas dengan media massa,” ungkapnya.
Diketahui, ada tiga pemateri yang secara khusus bicara tentang jurnalistik dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Kristanto Hadi, Direktur LPDS Surabaya yang membahas mengenai Bahasa Indonesia Jurnalistik; A.A. Ariwibowo, Pengajar LPDS Surabaya yang bicara tentang Berkarya Jurnalistik di Media Siber; serta Lestantya R Baskoro, juga Pengajar LPDS Surabaya yang secara khusus mengajarkan bagaimana Menerapkan, Menaati UU Pers, Kode Etik Jurnalistik dan Etika Artificial Inteligen dalam Jurnalisme.
Sementra itu, Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), M. Hariri, juga menyampaikan apresiasi terhadap sinergi yang telah terjalin antara SKK Migas – KKKS Jabanusa dengan media massa, khususnya di Kabupaten Sumenep selama ini.
Menurutnya, kolaborasi antara SKK Migas-KKKS dan media lokal sangat berdampak positif, baik dalam hal penyebaran informasi maupun dalam mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Salah satu contoh nyata dari sinergi ini adalah dukungan SKK Migas-KKKS saat KJS membuka Posko Gotong Royong Melawan Covid-19 beberapa tahun lalu.
“Ketika pandemi Covid-19 melanda, KJS membuka Posko Gotong Royong Melawan Covid-19 untuk membantu masyarakat yang terdampak, dan SKK Migas dan beberapa KKKS saat itu mendukung inisiatif kami waktu itu,” ujar Hariri.
Dia juga menyambut baik lomba karya jurnalistik yang digelar SKK Migas – KKKS Jabanusa bekerja sama dengan LPDS Surbaya. Ajang ini dianggap sebagai kesempatan bagi para jurnalis untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menulis dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Ketua KJS menilai lomba ini sebagai wujud nyata dari komitmen SKK Migas dan KKKS Jabanusa dalam mendukung dunia jurnalistik. “Lomba ini sangat penting untuk mendorong teman-teman jurnalis agar lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan informasi terkait industri migas dan dampaknya bagi masyarakat,” ujarnya. (FATHOL ALIF/SOE)