PAMEKASAN, koranmadura.com-Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tahun ini meningkat drastis.
Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia tersebut pada tahun 2023 hanya 14 kasus. Kini pada tahun 2024 ada 140 kasus, terhitung mulai Januari hingga per tengahan bulan September 2024 ini.
Kepala Dinkes Pamekasan, Saifudin mengatakan Kasus ini tersebar di 13 Kecamatan di wilayahnya. “Rata-rata kasus yang terkena adalah remaja umur 15 tahun hingga orang dewasa 54 tahun,” ungkap Saifudin, Sabtu, 21 September 2024.
Menurutnya, kasus HIV ini bisa terjadi diantaranya karena gonta-ganti pasangan, jalur suntik, atau hubungan sesama jenis dengan cara sodomi dan lainnya.
“Virus ini menyerang daya tahan tubuh, dan dengan demikian penyakit gampang masuk. Penyakit diare, penyakit jamur, dan lain sebagainya. Bila anda mengalami diare tak kunjung sembuh selama 2 bulan, badan kurus, nah itu bisa dicurigai, jangan-jangan terkena virus HIV,” jelasnya.
Menurutnya penyakit tersebut tidak ada obatnya. “Kami menghimbau mereka menjaga pola hidup yang sehat, menjaga sanitasi, meningkatkan daya tahan tubuh, dan istirahat yang cukup. Karena sampai saat ini nggak ada obatnya. Walaupun ada, bukan untuk menyembuhkan, tapi hanya mencegah virus ini berkembang lebih cepat,” terangnya. (SUDUR/OBETH)