PAMEKASAN, koranmadura.com – Sejumlah warga yang tergabung dalam Serikat Rakyat (SERAP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bank Jatim pada Jumat, 4 Oktober 2024.
Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak pihak Bank Jatim segera menindaklanjuti dugaan penipuan yang melibatkan salah satu oknum pegawai bank terhadap nasabah. Akibat kejadian ini, sejumlah nasabah dikabarkan mengalami kerugian hingga mencapai Rp210 juta.
Koordinator aksi, Makruf, menjelaskan bahwa dugaan penipuan ini terjadi dalam proses pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Beberapa nasabah mengaku mendapatkan pinjaman sebesar Rp 50 juta, namun setengah dari jumlah tersebut diduga diambil oleh oknum pegawai bank, sehingga nasabah hanya menerima sebagian dari pinjaman yang diajukan.
“Beberapa debitur juga dijanjikan pencairan pinjaman, tetapi seluruh dana yang cair justru diambil oleh oknum pegawai Bank Jatim,” tegas Makruf.
Aksi demonstrasi tersebut tidak mendapat tanggapan langsung dari pihak Bank Jatim, sehingga massa aksi membubarkan diri. Saat dimintai konfirmasi, petugas keamanan Bank Jatim, Ramadhani, menyatakan bahwa pihak bank belum bersedia memberikan pernyataan terkait permasalahan ini.
“Mohon maaf, pihak Bank Jatim belum mau diwawancarai,” ujarnya singkat. (SUDUR/DIK)