PAMEKASAN, koranmadura – Calon Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Muhammad Baqir Aminatullah, blusukan ke Dusun Candi Selatan, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan. Pria yang biasa disapa Ra Baqir ini mengaku ingin mendengar keluhan para petani garam secara langsung.
Kepadanya, para petani mengeluhkan harga garam yang cenderung menurun setiap tahunnya.
Jatim, salah satu Petani garam asal Dusun Candi Selatan, Desa Polagan mengatakan harga terendah garam di Pamekasan anjlok hingga Rp 700 per kilo gram. “Dengan harga segini petani garam rugi Ra,” kata Jatim, saat dialog dengan Ra Baqir.
Petani berusia 40 tahun tersebut berharap Ra Baqir dan Taufadi memberikan perhatian khusus bagi petani garam bila kelak terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan.
“Harga paling tinggi Rp 3.000 per kilo gram, setelah itu harganya rontok lagi, terus menurun hingga ke titik terendah Rp 600-700 per kilo gram. Belum lagi seringkali petani mengalami gagal panen,” keluh Jatim.
Mendengar keluhan tersebut, Ra Baqir berjanji akan memperhatikan keluhan dan aspirasi petani garam saat pasangan BERBAKTI nanti terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan.
“Soal harga garam murah nanti akan dikaji detail sehingga kami dapat mengeluarkan kebijakan yang tepat untuk menstabilkan harga garam. Yang pasti kami komitmen untuk berjuang agar petani tidak merugi,” tutur Ra Baqir.
Ra Baqir kemudian menjelaskan langkah konkrit pasangan BERBAKTI bagi petani garam, yakni asuransi bagi petani garam yang gagal panen. Program ini bagian dari upaya Ra Baqir & Taufadi untuk meningkatkan kesejahteraan petani garam di Pamekasan.
Program ini, menurut Ra Baqir akan dilakukan melalui pendekatan 3B: Bela, Beli, dan Bagi.
“Bela berarti mencintai produk lokal. Kami akan mendorong para petani garam di Pamekasan untuk menjual garam dalam bentuk kemasan, yang kemudian akan diedarkan ke toko-toko kelontong di setiap desa,” terangnya
Selanjutnya, Beli adalah upaya meningkatkan daya jual produk garam lokal dengan mengemasnya dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah dipasarkan.
Terakhir, Bagi berarti mempromosikan dan mem-branding produk garam lokal hingga ke tingkat nasional dan internasional, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Program asuransi ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani garam di Pamekasan,” terang Ra Baqir.(RIDWAN/OBETH)