SUMENEP, koranmadura.com – Anggota DPRD Sumenep Fraksi PDI Perjuangan, Nia Kurnia Fauzi, mengunjungi keluarga mendiang NS, korban meninggal dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung maut,
Nia berkunjung ke rumah duka di Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Sumenep, pada Rabu, 9 Oktober 2024. Ia tiba sekira pukul 13.00 WIB.
Di sana, istri Achmad Fauzi Wongsojudo, Bupati Sumenep yang saat ini sedang cuti Pilkada 2024, disambut oleh ibu korban, Rukmini.
Nia mengaku turut berduka atas musibah yang menimpa ibu muda berusia 27 tahun yang meninggalkan seorang anak perempuan berusia 8 bulan.
Sebagai bentuk kepedulian, Nia memberikan bantuan sosial kepada keluarga korban. Ia berharap keluarga mendiang diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.
“Saya turut berduka cita dan hanya bisa mendoakan semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga diberi ketabahan,” ungkapnya.
Selain menyampaikan dukungan moral, Nia juga berpesan agar keluarga almarhum lebih memberikan perhatian khusus kepada anak korban yang masih bayi.
“Saya titipkan puteri almarhumah yang masih kecil ini. Saya berharap keluarga bisa memberikan kasih sayang lebih karena anak ini masih sangat membutuhkan perhatian,” pesannya.
Kasus KDRT yang menewaskan NS terungkap setelah Satreskrim Polres Sumenep berhasil menangkap AR, suami NS.
Menurut keterangan polisi, KDRT yang menimpa NS sudah terjadi dua kali. Pertama pada Sabtu, 22 Juni 2024, di rumah mertua korban
Sedangkan kekerasan kedua yang berujung pada kematian terjadi pada Jumat, 4 Oktober 2024, sekitar pukul 01.00 WIB di rumah tersangka di Desa Jenangger, Kecamatan Batang-Batang.
Korban meninggal dunia pada Sabtu, 5 Oktober 2024, setelah sempat mendapat perawatan medis di Puskesmas Batang-Batang. (FATHOL ALIF/DIK)