PROBOLINGGO, koranmadura.com – Tiga ruang kelas di SDN Tongas Wetan 4, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, nyaris ambruk karena konstruksi bangunannya rusak. Ironisnya, ruang-ruang kelas ini tak kunjung diperbaiki selama dua tahun terakhir.
Guru agama SDN Tongas Wetan 4, Uslan mengatakan, tiga ruang kelas yang nyaris ambruk itu adalah ruang kelas 3, 4, dan 5. “Pihak sekolah sudah mengajukan perbaikan pak, ke Dinas Pendidikan setempat, dan telah 9 kali dilaporkan, tapi nggak ada tanda-tanda akan diperbaiki,” tutur Uslan, Rabu, 3 Oktober 2018.
Guna menghindari bahaya bagi siswa dan para guru, pihak sekolah memindahkan aktivitas belajar-mengajar ke dua ruangan lainnya, yaitu ruang musala dan perpustakaan. “Katanya sih tahun ini, tapi kapannya kami masih belum tahu. Harapan kami, secepatnya 3 ruangan ini dipugar, karena membahayakan,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan salah seorang siswi kelas 5, Yunita Aprilia. Dia ingin sekali ruang kelasnya diperbaiki karena dia mengaku kurang nyaman belajar di perpustakaan. “Pengennya cepat diperbaiki pak. Kalau di sini sempit ruangannya, karena ada tumpukan buku perpustakaan juga di dalamnya,” ujar Yunita.
Dari pantauan di lokasi, kuda-kuda penopang atap ruang kelas ini sudah patah. Akibatnya sejumlah asbes yang melapisi atap berjatuhan di lantai karena tak kuat menahan beratnya genting atap. Padahal ketiga ruangan tersebut ternyata baru direnovasi pada tahun 2012 lalu. Namun pada tahun 2016, tiba-tiba saja konstruksi atap ruangan kelas yang terbuat dari kayu mengalami patahan di sejumlah titik.
Dalam kesempatan terpisah, Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, SDN Tongas Wetan 4 bukanlah satu-satunya sekolah yang ruang kelasnya mengalami kerusakan. Tercatat ada 11 SDN yang akan menjalani rehabilitasi ruang kelas.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Sentot Dwi Hendriyono menjelaskan, pihaknya telah merinci sejumlah upaya rehabilitasi yang akan dilakukan. Di antaranya rehabilitasi rumah dinas guru 2 unit, perpustakaan 1 unit, ruang belajar 40 unit, kantor 1 unit, dan kamar mandi 4 unit.
Ada juga perbaikan sarana-prasarana sekolah di 4 lokasi, berupa pavingisasi dan perbaikan plengsengan sekolah, serta pembangunan ruang perpustakaan sebanyak 11 unit. Anggaran rehabilitasi ini bersumber dari APBD perubahan dan APBN tahun 2018, dengan nilai mencapai Rp 10.753.499.000.
“Harapan kami, semua sekolah yang bangunannya butuh perbaikan segera dilaporkan ke Dispendik agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya. (DETIK.com/ROS/DIK)