SUMENEP, koranmadura.com – Meski telah lama diwacanakan, rencana adanya penerbangan perintis Sumenep-Pangerungan hingga sekarang belum juga terealisasi. Seperti apa perkembangan dari rencana itu saat ini?
Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Indra Triyantono mengatakan, salah satu kendala belum beroperasinya penerbangan perintis ke wilayah kepulauan karena Bandara yang ada di Pagerungan belum diverifikasi oleh Direktorat Bandar Udara.
“Informasi terakhir di sana belum diverifikasi oleh Direktorat Bandar Udara. Tapi hari Selasa (30 Oktober 2018) tim verifikatornya sudah datang ke Pagerungan. Itu saja yang saya ketahui,” ungkapnya, Kamis, 1 November 2018.
Menurut Indra, verifikasi dan evaluasi yang dilakukan Direktorat Bandar Udara terhadap Bandara di Pagerungan dalam rangka memastikan serta menjaga keselamatan dan keamanan aktivitas penerbangan.
“Kalau untuk sarana-prasarananya, di sana (Bandara di Pagerungan) sudah ada. Memang di sana belum ada terminalnya. Tapi hal yang lainnya bisa,” ungkapnya.
Sebelumnya, Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Busyro Karim menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat berkunjung ke kabupaten paling timur Pulau Madura dalam rangka menghadiri sekaligus membukan kegiatan FKMA, bahwa rencana penerbangan perintis ke kepulauan masih terkendala izin.
“Sejak beberapa waktu lalu kami, Pemerintah Kabupaten Sumenep ingin ada penerbangan ke kepulauan. Tapi sampai saat ini masih terkendala izin dari Kementerian Perhubungan,” katanya saat menyampaikan sambutan waktu itu, Minggu, 28 Oktober 2018 lalu. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)