SAMPANG, koranmadura com – Buntut penegakan hukum terhadap kasus penembakan Subaidi, warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, beberapa waktu lalu terus menjadi atensi semua pihak. Pasalnya, dalam rentetan kasus penembakan yang saat ini dalan proses pengungkapan oleh polisi itu, ada seorang saksi yang mendapat teror dari orang tak dikenal.
Hal itu diungkapkan Juru Bicara Ikatan Alumni Bata-bata (Ikaba), PP Mambaul Bata-bata, Kabupaten Pamekasan, Salim Segav. Menurutnya, salah seorang saksi yang mendapat teror tersebut kini berkeinginan utuk mencabut keterangannya kepada polisi setempat.
“Informasinya baru satu saksi yang mendapat teror. Bahkan saksi tersebut menyampaikan keinginan untuk mencabut BAP-nya dari polisi,” tuturnya.
Oleh karena itu, pihaknya meminta pihak polisi untuk memberikan jaminan keamanan terhadap para saksi-saksi yang telah memberikan keterangan dan kesaksiannya dalan pengungkapan fakta baru maupun penuntasan kasus senpi pada khususnya di wilayah bagian utara Kabupaten Sampang.
“Makanya kami minta jaminan keselamatan kepada semua saksi dalam pengungkapan kasus ini. Karena kami khawatir apabila dibiarkan, maka berimbas pada saksi-saksi lainnya,” pintanya.
Menanggapi hal itu, Kapolres Sampang, AKBP Budi Wardiman mengatakan, mengaku tetap akan memberikan jaminan keamanan terhadap para saksi dalam kasus tersebut.
“Teknisnya itu Polsek yang melaksanakan itu, karena wilayahnya Polsek. Kalau dari sini itu terlalu jauh,” tegasnya.
Hingga saat ini, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi dari sejumlah pihak, baik keluarga korban, tersangka dan pihak pendukung lainnya dalam perkara tersebut. (MUHLIS/ROS/DIK)