SAMPANG, koranmadura.com – Rumah Sakit Umum (RSU) Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, sampai saat ini masih belum dioperasikan.
Anggota Komisi IV DPRD Sampang, Sri Rustiana meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat agar segera mengoperasikan rumah sakit yang habiskan uang APBD miliaran tersebut. Sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami minta kepada pemkab agar segera mengoperasionalkan gedung RSU Ketapang itu, tapi kami sarankan untuk tidak memakai tenaga kesehatan yang mempunyai track record buruk dalam pelayanan kepada masyarakat agar tidak lagi muncul keluhan dari masyarakat,” tegasnya, Selasa, 5 November 2019.
Meskipun disarankan menempatkan tenaga medis bagus, politisi Demokrat Dapil II ini juga tak menampik jika di Kabupaten Sampang masih kekurangan tenaga kesehatan.
“Memang tenaga kesehatan di Sampang masih butuh banyak. Tapi kami berharap dengan kondisi itu untuk tidak dijadikan alasan menyampingkan pelayanan kesehatan masyarakat,” harapnya.
Sementara Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, Agus Mulyadi mengatakan, RSU Ketapang direncanakan beroperasi pada 2020 mendatang. Menurut Agus, sapaan akrabnya, faktor Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan di RSU masih jadi kendala.
“Faktornya SDM masih minim karena saat ini belum ada rekrutmen. Puskesmas saja sudah terbatas, tapi kami akan lakukan redistribusi tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas untuk dialihkan ke RSU,” katanya.
Disinggung jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan di RSU Ketapang, Agus sementara belum bisa merincinya. Hanya saja tenaga kesehatan yang dibutuhkan di RSU Ketapang meliputi tenaga medis dan paramedis.
“Untuk jumlah tenaga kesehatan, kami masih belum mengetahui persis, tapi kami sudah menghitungnya. Nah untuk penempatan tenaga kesehatan yang RSU ketapang itu akan diisi bertahap, yang penting semua Poli sudah ada tenaganya dan standar minimalnya sudah terpenuhi untuk operasional RSU Ketapang. Sementara untuk tenaga kesehatan yang kurang, kami masih akan melihat pemetaannya di seluruh kabupaten Sampang. Tapi semisal nanti di RSUD masih ada, kita alihkan ke RSU Ketapang,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, pembangunan mega proyek RSU Ketapang yang sebelumnya direncanakan dibangun hingga lantai lima diketahui telah menelan anggaran senilai puluhan miliar. Pada 2016, mega proyek RSU Ketapang dianggarakan senilai Rp 14 miliar, dan 2017 kembali dikucurkan senilai Rp 15 miliar. (Muhlis/SOE/DIK)