SAMPANG, koranmadura.com – Sampang merupakan salah satu kabupaten di Madura, Jawa Timur yang tidak termasuk zona ekstrem, namun Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Anang Joenaidi tetap mewanti-wanti terhadap warga untuk selalu mawas diri terhadap bencana alam.
Pasalnya, Anang menyebutkan, pada Minggu, 5 Januari 2019 lalu, wilayah perkotaan dan sejumlah desa di Sampang di porak poranda oleh angin kencang dengan durasi sekitar 10 menit.
“Kemarin itu ada 10 titik, terutama Jalan Raya Torjun, Imam Bonjol, Kenari, dan Delima. Kemudian di Desa Panggung, Baruh, di area Goa Lebar, Desa Taddan. Rumah warga yang tertimpa pohon tumbang ada empat rumah dengan kerusakan ringan dan sedang. Kemudian kerusakan fasum Puskemsas Banyuanyar di bagian atap dan Banyuates di bagian kanopi garasi,” papar Anang, Selasa, 7 Januari 2020.
Akibat kejadian itu, Anang mengimbau kepada seluruh masyarakat manakala terdapat angin kecil disertai dengan adanya daun-daun muda yang beterbangan di jalanan, maka diharapkan masyarakat waspada dan menghindari pohon-pohon besar, reklame atau baliho, termasuk bangunan yang terlihat ambruk.
“Tidak lama setelah itu pasti ada angin kencang yang menyusul. Makanya, kita harus siaga bencana hingga akhir Februari ke depan sebagaimana yang diinformasikan oleh BMKG Juanda. Sebenarnya kita tidak ingin ada bencana, namun kita tidak tahu kapan bencana itu datang. Jadi kita siaga dan waspada saja, tapi tidak harus panik juga,” ungkapnya. (Muhlis/SOE/DIK)