SAMPANG, koranmadura.com – Terdapat dua mahasiswa S1 asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ikut terjebak dan terisolasi di China seiring dengan menyebarnya virus corona. Dua Mahasiswa itu sedang kuliah di Hubei University of Science and Technology, Kota Xianning, jurusan Program Study (Prody) MBBS (Bachelor of Medicine and Bachelor of Surgery).
Kedua mahasiswa itu diketahui bernama Facrur Rozi asal Dusun Duko, Desa Tambelangan, Kecamatan Tambelangan dan Cakrawala Ramadhana Pratama Putra, asal jalan Pahlawan, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang.
Baca: Mahasiswi Asal Sampang ‘Terjebak’ Virus Corona di China, Sang Ibu Temui Bupati
Fachrur Rozi mengatakan, Kondisi di area kampusnya dalam keadaan aman namun terisolir. Dirinya mengaku, untuk jarak kampusnya sendiri sekitar 80 kilometer dengan Kota Wuhan yaitu daerah pertama kali ditemukan virus corona.
“Alhamdulillah kondisi kami baik-baik saja meski saat ini terisolir di asrama. Begitupula teman sekamar saya Cakrawala Ramadhana Pratama Putra. Ketersediaan masker dan makan juga masih ada. Sementara Kedubes RI (KBRI) sudah memberikan bantuan kepada semua mahasiswa asal Indonesia. Bantuannya sebesar Rp 600 ribu begitupula untuk teman-teman yang ada di daerah Hubei,” ucapnya melalui sambungan WA, Rabu, 29 Januari 2020.
Tidak hanya itu, Mahasiwa asal Madura yang berada satu kampus dengan dirinya masih terdapat tiga mahasiswa lainnya yakni berasal dari Kabupaten Pamekasan.
Selain itu, saat ini kondisi di sekitarnya dilakukan penutupan seperti semua akses transportasi umum untuk pesawat dan jalan tol. Akibat kondisi itu, dirinya berharap agar dilakukan proses evakuasi dan bisa pulang ke kampung halamannya.
“Sebenarnya kondisi kami, sementara masih baik-baik saja. Kami juga disarankan untuk setiap hari mengecek temperatur perubahan tubuh dan memeriksakan diri. Tapi dalam hati, rasa khawatir terjangkit virus corona itu ada. Dan kami juga berharap untuk evakuasi pemulangan ke daerah asal meski prosesnya itu tidak mudah karena ada prosedur yang harus dilalui. Kami hanya berharap sambung doa dari warga Madura khususnya warga Sampang,” harapnya.
Sebelumnya diberitakan, salah seorang mahasiswi asal Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben, Sampang, Laili Nadhiftul Fikriyah (26), sedang terjebak penyebaran wabah Virus Corona yang melanda Wuhan, China. Mahasiswi magister jurusan Hubungan Internasional itu kini sedang butuh bantuan pemerintah setempat agar difasilitasi pulang. (MUHLIS/ROS/DIK)