SUMENEP, koranmadura.com – Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) memastikan untuk melaporkan pemilik akun facebook (FB) bernama Abd Ghaffari kepada pihak Kepolisian Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sebab, akun FB tersebut dinilai telah menyebarkan ujaran kebencian.
Hal itu dikatakan oleh Ketua IAA Pusat, K. Ahmad Mawardi. Menurutnya, langkah tersebut dinilai sudah tepat sebagai bentuk pembelajaran kepada masyarakat untuk berhati-hati menggunakan media sosial.
“Secara kemanusiaan sebangsa se-Agama kami (alumni) memaafkan, karena ini menyangkut soal pikiran kebangsaan, maka proses hukum tetap jalan,” katanya, Jumat, 19 Juni 2020.
Cara tersebut lanjut Mawardi sebagai langkah positif agar ke depan tidak terjadi perbuatan yang sama. Karena bisa berdampak negatif bagi masyarakat luas.
“Kami ingin berdakwah lewat cara seperti ini, artinya bukan kami tidak legawa bukan ada niat menzalimi, melainkan ini pembelajaran kepada yang bersangkutan juga kepada masyarakat bahwa berinternet ria itu kita harus hati-hati, jangan sampai menyampaikan ujaran kebencian, kita hati-hati lewat grup postingan di medsos, karena dampaknya sangatl luas, berbeda berbicara antar person,” jelasnya.
Ujaran kebencian tersebut berawal dari akun atas nama Ieiem Al Ima Ma yang memposting foto pintu masuk Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk yang salah satunya terdapat ember sebagai tempat cuci tangan dan bilik disinfektan beberapa waktu lalu. Hal itu sebagai bentuk ikhtiar salah satu Ponpes tertua di Madura dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
Dalam postingannya juga disertakan tulisan “Bertambah Kaskulkasan…(emoji menangis). Sakeng pas perrik shower di attasnah jieh..engak kamar mandinah tis artis wa (emoji tertawa) kan lebur oreng pah amandih kappi (tiga emoji menangis). (Bertambah kulkas buatan, seandainya dikasi shower di atasnya itu… seperti kamar mandi artis wa kan senang orang mandi semua)”
Kemudian foto yang disertai tulisan tersebut dikomentari oleh akun FB bernama Abd Ghaffari dengan tulisan di kolom komentar “Sajen tambe kileh (semakin gila)”. Kemudian komentar tersebut dikomentari oleh akun Ieiem Al Ima Ma dengan kata “Kon been sabein keah. (Rumah kamu pasangi juga)”, kemudian komentar itu dibalas lagi oleh akun Abd Ghaffari “Kok Beni rengkileh. (Aku bukan orang gila)”.
Kemudian akun Ieiem Al Ima Ma membalas kembali dengan perkataan “Aih makle sajen beres benni gun reng gileh jieh. (Ai biar semakin sehat bukan cuma orang gila itu)”. Kemudian dikomentari lagi oleh akun Abd Ghaffari dengan nada yang agak kasar, “Benni sajen beres malah esengkuh hentak beres jiye lopot deri kappra ajerenna PKI jih. (Bukan semakin sehat malah disangka semakin tidak waras itu salah kaprah ajarannya PKI itu”.
Meski demikian laporan yang akan disampaikan oleh IAA hanya satu akun FB. “Sementara yang menyampaikan, atau yang menyebut cara PKI dan dianggap gila, mengenai perkembangannya nanti kita menunggu proses di Kepolisian, karena mereka lebih tahu,” jelasnya.
Kapan laporan disampaikan?, Imam Mawardi belum memastikan. Namun, IAA akan melaporkan. “Kalau tidak nutut hari ini, mungkin Senin atau Selasa,” tuturnya. (JUNAIDI/SOE/DIK)