SAMPANG, koranmadura.com – Video seorang perempuan yang berstatus Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, diduga ditelantarkan oleh majikannya mulai ada titik terang.
Seorang perempuan yang tampak mengenakan baju perawatan berwarna merah muda tersebut diketahui berasal dari Desa Pao Pale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Perempuan itu diketahui sebagai seorang PMI di Arab Saudi.
Camat Ketapang, Didik membenarkan, seorang perempuan yang videoanya viral di beberapa medsos merupakan warganya yang berasal dari Desa Pao Pale Laok.
“Setelah kami koordinasikan dengan kepala desanya, nama Sutomo itu ternyata nama salah satu keluarganya. Sekarang sudah diurus mengenai surat keterangan tidak mampunya untuk kepungurusan pemulangan dan sebagainya. Mudah-mudahan cepat dipulangkan. Untuk lebih jelasnya langsung konfirmasikan ke dinas terkait,” katanya, Sabtu, 18 Juli 2020.
Terpisah Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Koperasi Usaha Mikro ( Diskumnaker) Kabupaten Sampang, Agus Sumarso menyatakan, perempuan yang sempat videonya viral merupakan PMI asal Desa Pao Pale Laok, Kecamatan Ketapang.
Berdasarakan paspornya, perempuan tersebut atas nama Indah Binti Ahmad berusia 45 tahun.
“Nama PMI perempuan itu ada tiga, di paspornya atas nama Indah Binti Ahmad tapi sama saudaranya yang di arab dipanggil Maryam, tapi nama dagingnya yaitu Syamsiah,” ujarnya.
Lanjut Agus Sumarso menyatakan, perempuan asal Desa Pao Pale Laok tersebut awalnya melalui jalur umroh pada 2002 lalu. Setelah itu memutuskan menjadi PMI dan bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT).
“Awalnya dia umrah kemudian menjadi PMI non prosedural (non prosedural) di Arab Saudi,” jelasnya.
Karena statusnya non prosedural, Agus Sumarso menyampaikan, ketika perempuan tersebut sakit, majikannya hanya sedikit membantunya dengan menitipkan uang untuk biaya berobat dengan melalui orang lain, bukan langsung dari majikannya.
“Karena aturan di sana, mempekerjakan orang yang tidak resmi sama-sama diamankan. Jadi majikannya menyuruh kenalannya ketika memberikan bantuan perawatan. Jadi bukan ditelantarkan sama majikannya, tapi karena aturannya yang ketat sehingga hanya sebatas ditaruh di rumah sakit. Sekarang dia dirawat di RS Malik Fahat Jeddah,” katanya.
Oleh sebab itu, pihaknya saat ini mencoba memfasilitasi pemulangannya. Hanya saja, transportasi pesawat dari Arab-Indonesia sedang tidak ada karena lock down. Bahkan pihaknya mengaku sudah bekerjasama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Jeddah untuk pemulangannya.
“Tapi sama BP2MI disuruh nunggu pesawat karena masih lock down. Sekarang ini juga sudah diurus segala administrasinya, seperti surat keterangan domisili dan semacamanya serta menjelaskan tiga nama itu. Kami juga belum tahu pasti apakah dia masih bersuami atau belum, sebab di kampung halamnnya tidak ada, tapi kabarnya, dia di Arab sudah bersuami,” paparnya. (MUHLIS/ROS/DIK)