SAMPANG, koranmadura.com – Warga Desa Angsokah, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan mayat lelaki di tengah hutan desa setempat dalam kondisi membusuk, Senin, 3 Agustus 2020.
Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kasatreskrim AKP Riki Donaire Piliang menyatakan, mayat seorang lelaki yang telah membau itu ditemukan dalam kondisi duduk di bekas aliran air yang mengering di tengah hutan, Dusun Angsokah Barat, Desa Angsokah, Kecamatan Omben. Mayat tersebut ditemukan oleh seorang perempuan inisial H (25) warga setempat ketika hendak mencari rumput sekitar pukul 11.00 wib.
“Warga yang menemukan itu mau mencari rumput di tengah hutan. Kemudian warga itu mencium bau busuk menyengat, ketika dicari ternyata ada sesosok mayat seorang lelaki,” katanya.
Setelah menemukan sesosok mayat, lanjut AKP Riki sapaan akrab Riki Donaire Piliang menceritakan, H kemudian memberitahukan kepada ibunya dan langsung melapor kepada aparatur desa setempat.
“Setelah kami telusuri, ternyata ada warga Desa Napo Daya, Kecamatan Omben, yang merasa kehilangan keluarganya sejak seminggu yang lalu. Setelah dicek dari sisi fisik, pakaian seperti sarung, kaos dan sandal yang dikenakan ternyata mayat lelaki tersebut memiliki kemiripan dengan keluarganya yang hilang sejak seminggu yang lalu,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, mayat lelaki tersebut berinisial N (40) dan hilang meninggalkan rumah sejak seminggu yang lalu. Sedangkan kondisi fisik sebelum meneninggal diketahui mempunyai riwayat sakit bawaan epilepsi yang diderita sejak lahir.
“Yang meninggal kakak dari perempuan yang mengaku kehilangan anggota keluarganya. Tadi adik dan ibu korban yang ke lokasi. Setelah itu, kami bawa jenazah ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis guna memastikan apakah ada luka atau semacam kondisi tubuh mengalami kekerasan atau tidak. Namun pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan visum, sebab keluarga menerima dan tidak mempermasalahkan adanya kejadian tersebut,” jelasnya.
Ditanya kondisi mayat sendiri, AKP Riki menyatakan, kondisi mayat mengenakan baju, celana dan sarung. Sedangkan kondisi tubuh masih utuh namun di bagian wajah sudah mulai hancur karena dimungkinkan tubuh korban meninggal yang diperkirakan sudah seminggu lamanya. (MUHLIS/DIK)