BANGKALAN, koranmadura.com – Patani di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur belum bisa menikmati pupuk bersubsidi melalui kartu tani. Pasalnya, dalam pelaksanaannya ditunda hingga tahun 2021 yang akan datang.
Baca : Mayoritas Petani di Bangkalan Belum Mendapatkan Kartu Tani
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertahorbun) Puguh Santoso menyampaikan, penundaan ini dari pemerintah pusat. Karena hampir semua daerah, termasuk di Provinsi Jawa Timur terkendala data.
“Kartu tani ini belum lengkap, sehingga ditunda tahun depan,” katanya.
Dimungkinkan, Kata Puguh, sapaan akrabnya Puguh Santoso, petani yang memilik kartu tani dapat membeli pupuk subsidi pada awal tahun 2021. Sehingga tahun depan, mereka tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membelinya.
“Tapi kami tetap menunggu surat resmi dari pemerintah,” katanya.
Diketahui, jumlah petani yang sementara terdata di kota salak ini sebanyak 67.000 orang. Namun yang sudah tercetak oleh bank BNI sebanyak 22.000 kartu tani. Sisanya, akan tetap dilanjutkan verifikasi untuk melakukan pencocokan.
Sementara perbandingan harga, jika pupuk dibeli tanpa subsidi, dengan harga Rp 250 ribu per sak untuk jenis Urea. Namun, berbeda jauh jika melalui kartu tani. Petani cukup membayar Rp 90 sudah mendapatkan pupuk yang kualitasnya sama. (MAHMUD/ROS/VEM)