SAMPANG, koranmadura.com – Sempat dibuka pembelajaran tatap muka dengan kuota kehadiran 50 persen, kini SDN Gunung Sekar 1 kembali diterapkan pembelajaran jarak jauh (daring).
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Nor Alam menjelaskan, sistem pembelajaran untuk SDN Gunung Sekar 1 kembali diterapkan pembelajaran jarak jauh (daring) setelah diketahui salah satu siswi terpapar Virus Corona (Covid-19). Namun begitu, pihaknya menegaskan, paparan Covid-19 yang terjadi bukan dari klaster sekolah saat pembelajaran tatap muka berlangsung melainkan dari luar sekolah.
“Yang jelas bukan klaster internal dari sekolah, melainkan dari luar. Kakeknya yang meninggal dari bali itu jenguk cucunya yang di sini. Dari situ anaknya kemudian diketahui terpapar setelah dirapid hasilnya reaktif dan dilanjutkan swab. Dan usai di rapid, anaknya sudah tidak masuk sekolah dan memang tidak sempat berinteraksi dengan teman-teman di sekolah. Jadi di sekolah masih aman,” terangnya, Selasa, 1 Desember 2020.
Lanjut Nor Alam menyatakan, untuk saat ini proses kegiatan belajar mengajar di SDN Gunung Sekar 1 kembali dilakukan sistem daring selama 14 hari ke depan setelah sebelumnya diberlakukan pembelajaran tatap muka dengan kuota kehadiran siswa sebanyak 50 persen.
“Sekarang KBM di sana diberlakukan daring lagi yang dimulai Senin, 30 November kemarin hingga 14 hari ke depan,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)