PAMEKASAN, koranmadura.com – Sejumlah massa yang mengatasnamakan Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Pamekasan, mendatangi kantor DPRD setempat, Senin, 28 Juni 2021.
Mereka melakukaan audensi dalam rangka mengevaluasi pendapatan asli daerah (PAD) yang diduga banyak bocor. Mereka menuding, kebocoran PAD itu dilakukan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi.
Koordinator Jaka Jatim wilayah Pamekasan, Musfiqul Khoir mengatakan, dalam melaksanakan audensi yang dilakukan ini tidak berlangsung lama. Sebab pimpinan OPD terkait, Ketua DPRD Pamekasan, dan Ketua Komisi II tidak hadir.
“Diskusi ini kurang efektif, sehingga kami pastikan akan melakukan audensi keduakalinya, kami nanti mengirim permohonan ke dewan,” ucapnya.
Menurutnya, banyak persoalan PAD yang perlu didiskusian dengan dewan dan pimpinan OPD agar kebocoran tersebut tidak terjadi. Hal itu guna mendongkrak PAD.
“Kita akan diskusikan dan adu data, karena saya melakukan investigasi ke lapangan, banyak oknum oknum yang bermain,” tegasnya.
Namun demikian, Musfiq tidak menyebutkan secara datail mengenai kebocoran tersebut. Menurutnya, pihaknya akan melakukan audensi lanjutan. “Tunggu nanti, ini perlu evaluasi,” paparnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Ismail Arahim mengatakan, pihaknya sepakat PAD tidak boleh bocor. Hal itu untuk meningkatkan pendapatan daearah.
“Intinya masukan-masukan yang diberikan oleh mereka kita tampung, salah satu yang disampaikan tidak ingin terjadi kebocoran PAD, kita sepakat dengan itu,” katanya. (SUDUR/ROS/VEM)