SAMPANG, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menyatakan gempa yang terjadi di titik 18 kilometer arah barat laut Sampang-Jatim atau pada koordinat 7,14 Lintang Selatan dan 113,09 Bujur Timur, belum diketahui berdampak signifikan bahkan belum dirasakan oleh warga sekitar.
Baca: Ada Gempa Berkekuatan 3,4 Magnitudo di Arah Barat Laut Wilayah Sampang?
Kepala BPBD Kabupaten Asroni menyatakan, peristiwa gempa terjadi sekitar pukul 06.45 wib pagi hari, dengan kekuatan 3,4 magnitudo dan kedalaman 11 kilometer.
“Sedangkan lokasinya berada di titik koordinat 7,14 LS dan 113,09 BT yang berada di arah 18 kilo meter arah Barat Daya Sampang. Lokasi itu jika diambil garis peta yaitu berada di daratan Kecamatan Blega ke Selatan atau wilayah Kecamatan Blega-Sreseh,” jelasnya, Selasa, 25 Januari 2022.
Menurut Asroni, titik lokasi itu jika di daerah Kabupaten Sampang yaitu berada di antara Desa Junok dan Desa Bangsah serta berada di daerah perbatasan Kabupaten Bangkalan.
“Setelah kami koordinasi dan konfirmasi ke Camat Sreseh, ternyata gempa itu tidak terasa getarannya karena memang titik gempa berada di kedalaman 11 kilo meter di bawah bumi atau daratan.
“Tidak terasa dan alhamdulillah sementara belum ada informasi mengenai dampaknya. Tapi memang, BMKG itu mempunyai alat yang dapat mendeteksi gempa walaupun skalanya kecil,” paparnya.
Lanjut Asroni mengatakan, sejauh ini masih belum mendapat informasi lanjutan dari BMKG mengenai potensi adanya gempa susulan. Namun begitu pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa.
“Karena masyarakat masih banyak belum mengetahui mengenai kekuatan bangunan rumah dalam menahan kekuatan gempa. Tapi alangkah baiknya jika terjadi gempa atau gempa susulan, masyarakat diimbau segera keluar rumah mencari tempat aman atau tempat terbuka. Jangan sampai jika ada gempa masih ada di dalam rumah dan terkena reruntuhan bangunan,” jelasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)