SAMPANG, koranmadura.com – Kasus penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Sampang diketahui masih tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten setempat disebutkan hingga Maret 2022 sudah mencapai 197 kasus.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinkes KB Kabupaten Sampang, Yuliono menyatakan, kasus TBC di wilayahnya masih tergolong tinggi. Selain itu pihaknya menyampaikan bahwa TBC merupakan penyakit berbahaya dan perlu dikendalikan, sebab juga menjadi salah satu faktor penyumbang kematian karena Covid-19.
“Kita harus mengingat kembali bahwa TBC itu masih ada. TBC juga masih berbahaya karena bisa bercampur dengan Covid dan menjadi penyebab kematian yang cukup tinggi,” ujar Yuliono melalui sambungan telepon, Senin, 28 Maret 2022.
Berdasarkan data yang dimilikinya, pihaknya menyampaikan angka kasus TBC hingga Maret 2022 ini yaitu mencapai 197 kasus. Sementara pada 2021 lalu kasus TBC mencapai sebanyak 917 kasus. Sementara untuk keberhasilan penanganan TBC yaitu mencapai 83,88 persen dari target 90 persen. Hingga saat ini pihaknya mengaku terus berupaya melakukan penanganan yakni dengan melakukan pencarian aktif termasuk bekerja sama dengan klinik kesehatan swasta agar semua layanan bisa terlayani. Selain itu pula pihaknya juga berfokus pada optimalisasi penemuan kasus sebanyak mungkin agar bisa diobati hingga sembuh agar tidak menjadi sumber penularan. “Maka dari itu kebiasaan dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu dilakukan agar penyakit yang mudah menular itu bisa diantisipasi dengan baik,” imbaunya. (MUHLIS/ROS/VEM)