SAMPANG, koranmadura.com – Polemik tumpukan sampah di Pulau Mandangin, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terus mengundang perhatian dan keprihatinan berbagai kalangan.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur, bersama DKP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten setempat berbondong-bondong membersihkan salah satu lokasi yang berpotensi untuk dijadikan sektor pariwisata.
“Iya dari DKP Provinsi Jatim mengadakan kegiatan kerja bakti bersih-bersih di Pantai Candin dengan mengerahkan masyarakat dan pemuda sebanyak 50 orang. Untuk lebih jelasnya langsung konfirmasi ke DKP Sampang,” ucap Kabid Kebersihan dan Persampahan DLH, Kabupaten Sampang, Akh. Syarifuddin kepada koranmadura.com, Jumat, 17 Juni 2022.
Baca: Penanganan Sampah di Pulau Mandangin, Forum PRB Gandeng Muda dan Ormas
Sementara Kepala DKP Kabupaten Sampang, Wahyu Prihartono saat dikonfirmasi membenarkan kedatangan DKP Provinsi Jatim ke pulau Mandangin. Namun begitu pihaknya menyarankan untuk mengkonfirmasikan kepada bawahannya yang ikut langsung ke lokasi. “Iya benar ke Mandangin, coba hubungi mas Cholil,” singkatnya.
Ditambahkan staf fungsional bagian Perikanan Tangkap DKP Kabupaten Sampang, Cholilurrahman menyatakan kedatangan lima orang tim dari DKP Provinsi Jatim tidak lain hanya menggelar kegiatan padat karya berbentuk kegiat bersih-bersih di Pantai Candin Pulau Mandangin.
“Hanya kegiatan padat karya berupa bersih-bersih dengan melibatkan warga setempat, ormas, dan DLH di Pulau Mandangin. Padat karya diarahkan untuk bersih-bersih, karena salah satunya kondisi sampah di Mandangin menumpuk,” katanya.\

Sementara Pj Kades Mandangin, Choirul Anam menyatakan, kegiatan padat karya yang digelar oleh DKP Provinsi Jatim yaitu berupa bersih-bersih pantai Candin. Kegiatan itu diharapkan nantinya dicontoh oleh masyarakat setempat mengingat kondisi Sampah di Pulau Mandangin begitu memprihatinkan.
“Supaya nantinya kesadaran masyarakat tumbuh terhadap kebersihan termasuk soal bebas dari sampah. Di Pantai Candin sekarang juga dipasang papan larangan membuang sampah ke laut,” paparnya.
Pihaknya menyatakan kondisi tumpukan sampah di Pulau Mandangin disebutkan sangat memprihatinkan. Namun demikian, keberadaan sampah di mandangin disebabkan selain dari hasil warga sendiri, juga disebabkan oleh sampah kiriman dari luar pulau.
“Sehingga kemudian Sampah di Pulau Mandangin menumpuk. Kemudian setiap kali dibersihkan, sampah datang lagi. Padat karya yang dilakukan kemarin menggandeng beberapa unsur seperti unsur perangkat desa, ormas, dan masyrakat setempat,” jelasnya. (MUHLIS/DIK)