PAMEKASAN, koranmadura.com – Sebagian Madrasah di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, masih belum menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS), akibat tidak menyelesaikan tahapan-tahapan persyaratan atau pemberkasan.
Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Pamekasan, Badrus Somad mengatakan, tercatat ada seribu lebih lembaga meliputi tingkat RA (BOP), MI, MTS dan Aliyah. Dari jumlah itu, ada yang terkendala pemberkasan sehingga tidak menerimanya.
“Untuk bos tahap pertama itu sudah cair, bagi yang menyelesaikan upload berkasnya, upload berkas itu langsung di portal bos bukan disetor ke Pendma,” jelas Badrus Somad, Selasa, 7 Maret 2023.
Menurutnya, meskipun sebagian ada yang mencairkan dan tidak, kata Badrus panggilan akrab Badrus Somad, pihaknya tidak tahu jumlah madrasah yang melakukan pencairan atau yang belum. Sebab pencairan tersebut, langsung dari pusat ke sekolah melalui bank penyalur.
“Jadi kami tidak bisa tahu langsung sudah berapa madrasah yang cair, dan yang belum itu kami tidak bisa memantau atau yang tahu itu bank, karena memang sekarang sudah digital semua online, semua upload berkasnya sudah melalui akun portal bos masing-masing madrasah” jelasnya.
Di soal kapan pencairan yang dilakukan dan nominal yang diterima setiap madrasah tersebut, ia menjawab silakan tanya ke madrasah yang menerimanya.
“Sampeyan itu tanya mulai kapan cair BOS, tanyakan ke lembaga, kan lembaga yang mencairkan bukan kantor, sekali lagi tanya langsung ke madrasah atau lembaga kapan bosnya dicairkan gitu termasuk jumlahnya itu, kami tidak tahu nominalnya berapa, berapa siswa kan tidak semua itu menerima, kalau tidak masuk di rombel portal bos, ya tergantung operatornya itu bekerja benar atau tidak di-upload-an berkasnya. Jadi sekali lagi, kalau sampean tanya kapan mulai cair ya tanyakan ke lembaganya mulai kapan dicairkan bosnya gitu, yang tahap pertama kami tidak tahu,” kelitnya. (SUDUR/ROS/VEM)