BANGKALAN, koranmadura.com – Kasus kambing etawa di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur sudah tidak membuat kepala desa (Kades) merasa trauma kembali untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Nyatanya, berdasar data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan ada 40 lebih BUMDes yang sudah berjalan aktif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.
Baca: Mayoritas BUMDesa di Bangkalan Mati Suri, Trauma karena Kasus Kambing Etawa
Kepala Bidang PLK DPMD Bangkalan, Ali Yusri Purwanto mengatakan kondisi BUMDes di Kota Salak saat ini mulai menunjukkan perkembangan yang baik. Katanya, mereka sudah mulai menyadari BUMDes bisa memajukan ekonomi desa.
“Kami akan kawal perkembangan BUMDes. Kami juga dampingi persoalan yang dihadapi BUMDes,” kata dia, Senin, 10 Juli 2023.
Dia menjelaskan, semangat para Kades untuk mendirikan BUMDes harus disambut baik. Oleh sebab itu, pihaknya bekerja sama dengan perguruan tinggi, yaitu Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebagian pendamping BUMDes.
“UTM sudah siap untuk mendampingi BUMDes di Bangkalan,” ungkapnya.
Sementara Kabid Sosial dan Pemerintahan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Bangkalan, Suherlin menambahkan, kerja sama pemerintah dengan UTM sebagai upaya membantu BUMDes.
“Pendampingan UTM mulai dari tata kelola kepengurusan, perencanaan strategis hingga pertanggungjawaban,” tuturnya. (MAHMUD/DIK)