SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-754 Kabupaten Sumenep, Selasa, 31 Oktober 2023.
“Berdirinya Kabupaten Sumenep tidak lepas dari peristiwa 754 tahun silam, saat Arya Wiraraja diangkat menjadi Adipati pertama Kabupaten Sumenep pada tanggal 31 Oktober 1269,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Siapa sebenarnya sosok Arya Wiraraja, Sang Adipati pertama Kabupaten Sumenep? Dan dari mana asal usulnya?
Dalam buku Sejarah Sumenep yang diterbitkan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga –sekarang Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar)– Kabupaten Sumenep disebutkan bahwa, Arya Wiraraja, berasal atau keturunan tetua di Desa Nangka.
Hal itu disebutkan dalam beberapa sumber, di antaranya, dalam kitab Pararaton Bab – V halaman 27: “Hanata Wongira, babatangira buyuting Nangka aran Banyak Wide, sinungan pasangguhan Aria Wiraraja (Ada seorang hambanya, keturunan orang tertua di Nangka, bernama Banyak Wide, diberi sebutan Aria Wiraraja)”
Sementara itu, dalam Kidung Panji Wijayakrama Pupuh I Nomor 12 disebutkan: “Wonten wongira babatang Buyut Nangka, Banyak Wide anami, sinung abiseka Aria Wiraraja… (ada seorang hambanya, keturunan orang tertua di Nangka, Banyak Wide namanya, dia diberi gelar Aria Wiraraja…)”
Desa Nangka yang disebut sebagai asal usul Arya Wiraraja dalam Kitab Pararaton, itu diperkirakan Desa Karang Nangka yang secara administratif saat ini masuk wilayah Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.
Sebelum ditunjuk sebagai Adipati Sumenep, dalam buku sejarah disebutkan bahwa, di masa Kerajaan Singosari, Arya Wiraraja berpangkat Demung, pegawai tinggi atau orang penting kerajaan.
Arya Wiraraja dikenal sebagai seorang ahli strategi yang begitu cermat dalam membaca situasi. Kecemerlangan analisis-analisisnya menyebabkan orang mengira dia punya kelebihan sebagai seseorang yang bisa meramal kejadian yang akan datang.
Arya Wiraraja ditugaskan dan dilantik menjadi Adipati Sumenep pada 31 Oktober 1269 . Penugasan Arya Wiraraja di Sumenep tentunya tidak terlepas dari situasi politik yang sedang berkembang saat itu.
Rakyat Sumenep menyambut suka cita pelantikan Arya Wiraraja sebagai Adipati yang diekspresikan dengan berbagai tari-tarian serta pemberian hadiah kepada Sang Adipati. (FATHOL ALIF/DIK)