SAMPANG, koranmadura.com – Dalam mengantisipasi cuaca ekstrem hidrometeorologi yang diprediksi akan terjadi pada bulan Januari-Februari 2024 oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tengah giat mengajak puluhan relawan di wilayahnya untuk saling berkoordinasi.
Candra Romadhani Amin, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengumpulkan puluhan relawan pada pekan lalu untuk berkoordinasi dan menjalin kerja sama dalam persiapan menghadapi cuaca ekstrem hidrometeorologi, khususnya dalam menghadapi potensi bencana.
“Kami berharap dengan adanya koordinasi ini, para relawan dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih fokus dan terarah, menghindari tumpang tindih. Dengan demikian, pelayanan kepada seluruh masyarakat terdampak dapat lebih efektif. Keluhan terkait penumpukan relawan di satu titik, yang menyebabkan kelupaan terhadap titik terdampak lainnya, akan diminimalkan,” ujar Candra, Senin, 22 Januari 2024.
Lebih lanjut, Candra, yang baru saja menjabat sebagai Kalaksa, menyatakan bahwa kehadiran para relawan sangat penting mengingat kondisi pembangunan Sheet Pile yang masih berlangsung dan peninggian jalan protokol yang belum selesai. Oleh karena itu, peran serta relawan dianggap krusial untuk mendukung analisis dan kajian terkait potensi risiko bencana.
“Kami telah memetakan kerawanan bencana, namun dengan pembangunan Sheet Pile yang belum rampung serta peninggian jalan protokol, perlu dilakukan analisis dan kajian ulang. Keberadaan dan keterlibatan para relawan sangat diperlukan oleh kami untuk membawa inovasi baru dalam penanganan kebencanaan di Sampang,” paparnya. (MUHLIS/DIK)