SUMENEP, koranmadura.com – Sejak memimpin, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menjadikan potensi pariwisata di daerahnya sebagai lokomotif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu dasar pemikiran orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat, menurutnya “Ketika pariwisata tumbuh, maka UMKM akan ikut tumbuh. Ketika UMKM tumbuh, maka akan berpengaruh kepada banyak sektor.”
Dalam upaya mendongkrak kunjungan wisata ke kabupaten paling timur Pulau Madura ini, Pemkab Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Fauzi menggelar puluhan event tiap tahun.
Pada tahun 2022, Pemkab Sumenep menggelar sekitar 20 event sepanjang tahun. Kemudian di tahun 2023, gelaran event di Sumenep meningkat drastis menjadi sekitar 60. Sedangkan di tahun 2024 ini, total ada 104 event.
Bupati Fauzi menegaskan bahwa beragam event yang digelar, mulai dari yang bercorak edukatif, olahraga, seni, budaya, dan lain sebagainya, bukan sekadar untuk hura-hura.
Menurut Bupati Fauzi, berbagai event yang diadakan merupakan cara Pemkab Sumenep untuk mengakomodir aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui komunitas-komunitas.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu menegaskan bahwa tujuan utama dari kalender event yang disusun adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, salah satunya melalui sektor UMKM.
“Setiap event yang dilaksanakan di Kabupaten Sumenep selalu melibatkan para pelaku UMKM,” ujar suami Nia Kurnia.
Strategi ini terbukti efektif dengan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan wisata ke Sumenep. Pada tahun 2021, kunjungan wisata tercatat masih 248.158 orang.
Jumlah ini kemudian meningkat drastis pada tahun 2022 menjadi 1.057.456 orang dan terus meningkat pada tahun 2023 hingga mencapai 1.389.366 orang. Tahun ini Pemkab Sumenep menargetkan jumlah kunjungan wisata mencapai 2 juta orang.
Seiring dengan hal tersebut, ekonomi Sumenep juga mengalami pertumbuhan. Dari 2,6 persen pada tahun 2021, naik menjadi 3,11 persen di tahun 2022, dan kemudian melonjak signifikan menjadi 5,35 persen tahun 2023 lalu.
Tidak hanya itu, angka kemiskinan di Sumenep juga mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Dari semula 20,15 persen pada tahun 2021, turun menjadi 18,76 persen pada tahun 2022, dan sedikit lagi turun menjadi 18,7 persen pada tahun 2023.
Ke depan, untuk lebih memajukan sektor pariwisata agar dapat memberikan dampak lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Sumenep, Bupati Fauzi mengajak seluruh stakeholder untuk terus bergotong royong.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan kolaboratif (pentahelix), diharapkan sektor pariwisata di Sumenep akan semakin maju. (FATHOL ALIF/DIK)
TAG: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Pariwisata Sumenep, UMKM, Peningkatan Ekonomi, Kunjungan Wisata, Pertumbuhan Ekonomi, Angka Kemiskinan, Pentahelix, Event Pariwisata