SUMENEP – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep menjaring lima kandidat calon Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep. Penjaringan yang dilakukan oleh partai ka’bah tersebut berdasarkan dari beberapa nama yang resmi telah mendaftar. Kini, lima bakal kandidat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep telah mengambil formulir pencalonan di kantor DPD PPP Sumenep, Jl. Lingkar Barat, Batuan.
Menurut Ketua DPD PPP, KH Baharuddin satu diantara lima kandidat Pilkada PPP adalah Dewi Khalifah. “Satu di antara lima nama itu, yakni Dewi Khalifah sudah mengembalikan formulir pencalonannya sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup) atau mendaftar secara resmi kepada kami,” ujarnya di Sumenep, Jawa Timur, Rabu (1/4).
Empat bakal kandidat lainnya yang mengambil formulir pencalonan sebagai bakal calon bupati (bacabup) dan bacawabup di PPP adalah Moh Sahnan, Zainal Abidin, Azazi Hasan, dan M Subaidi.“Tiga orang mengambil formulir sebagai bacabup, yakni Sahnan, Zainal Abidin, dan Azazi Hasan. Sementara Dewi khalifah dan M Subaidi mengambil formulir pencalonan sebagai bacawabup,” ujarnya.
Sesuai hasil rapat internal, kata dia, pihaknya akan membuka pendaftaran bacabup maupun bacawabup melalui PPP selama tiga hari, yakni Rabu (1/4) hingga Jumat (3/4). “Pada masa pendaftaran itu, mereka yang ingin maju sebagai kandidat pilkada melalui PPP Sumenep bisa mengambil sekaligus mengembalikan formulir pencalonan kepada pengurus PPP,” ucapnya.
Baharuddin menjelaskan bakal kandidat pilkada yang ingin maju melalui PPP Sumenep harus mendaftarkan diri secara resmi kepada pengurus PPP. “Mereka wajib mengembalikan formulir pencalonannya kepada pengurus PPP pada masa pendaftaran. Kalau tidak mengembalikan formulir pencalonan akan dinyatakan tidak mendaftarkan diri dan tentunya tak akan dihitung sebagai bakal kandidat melalui PPP,” katanya.
Ia juga mengemukakan bakal kandidat pilkada yang akan maju melalui PPP Sumenep diminta atau diperkenankan menjalin komunikasi de-ngan pimpinan partai politik (parpol) lainnya untuk diajak berkoalisi menghadapi pilkada.
“Kami hanya memiliki tujuh kursi di DPRD Sumenep dan tentunya belum meme-nuhi syarat untuk mengusung kandidat pada pilkada. PPP harus mendapat mitra koalisi untuk mengusung kandidat pilkada,” ujarnya.
Sementara itu, politisi pe-rempuan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dewi Khalifah, yang juga resmi mendaftar sebagai kandidat dari PPP mengatakan bahwa pada kontestasi demokrasi kali ini dirinya tidak menjadi M-1, tetapi berangkat sebagai Calon Wakil Bupati (Bacawabup). “Setelah melalui proses musyawarah di internal keluarga dan salat istikharah, kami memutuskan akan maju sebagai bakal kandidat Pilkada Sumenep pada posisi bacawabup melalui PPP,” kata Khalifah di Sumenep, Jawa Timur.
Saat ini, Khalifah yang asli Sumenep itu menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PPP Jawa Timur. “Kami memang tidak akan maju sebagai bakal calon bupati (bacabup). Alasannya, hasil musyawarah di internal keluarga kami dan salat istikharah,” ujarnya, menegaskan.
Khalifah datang ke Sekretariat DPD PPP Sumenep di Jalan Lingkar Barat, didam-pingi suaminya, KH A Shafraji, dan bersama sekitar 50 pendukungnya, sebagian besar perempuan.
Berkas pencalonan Khalifah sebagai bacawabup diterima langsung oleh Ketua DPD PPP Sumenep, KH Baharuddin. “Khalifah adalah pendaftar pertama bacawabup yang menyerahkan berkas pencalonannya secara resmi kepada kami,” ujar Baharuddin.
Sesuai hasil rapat internal, kata dia, pihaknya akan membuka pendaftaran bacabup maupun bacawabup melalui PPP selama tiga hari, yakni Rabu ini hingga Jumat (3/4). “Jumlah kursi di DPRD Sumenep maupun perolehan suara PPP dalam Pemilu Legislatif 2014, memang belum meme-nuhi syarat untuk mengusung kandidat pada pilkada. Oleh karena itu, bakal kandidat yang mendaftar ke PPP juga diminta berkomunikasi dengan pimpinan partai politik (parpol) lainnya untuk diajak berkoa-lisi,” ucapnya.
(ANT/ABD AZIZ/SYM)