SUMENEP- Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Kabupaten Sumenep, Sri Agustina mengatakan, naskah soal Unjian Nasional (UN) sudah diambil dari dinas pendidikan Provinsi Jawa Timur sejak tanggal 2 April lalu.
Namun, naskah soal UN tersebut diakuinya hingga saat ini masih belum didistribusikan secara menyeluruh, terutama naskah soal UN khusus daerah kepulauan. Pasalnya, menurut Sri, pendistribusian soal UN untuk kepulauan itu menyesuaikan dengan jadwal kapal yang akan menyeberang ke pulau-pulau tempat pelaksanaan UN.
Meski belum didistribusikan, ia menjamin kerahasiaan soal tetap terjamin. Sebab, lanjutnya, soal tersebut sudah disimpan di Polres Sumenep untuk diamankan. ”Kalau sudah ada kapal, nanti langsung kita akan didistribusikan,” katanya, Minggu (4/5).
Dengan demikian, ia juga menyerukan agar masyarakat ataupun pegiat pendidikan tak perlu terlalu khawatir terkait kerahasiaan soal UN tersebut. ”Saya jamin soal itu aman,” tegasnya.
Disinggung upaya yang telah dilakukannya agar soal tersebut cepat sampai ke kepulauan, dia mengatakan sudah berkoordinasi dengan pengelola kapal terkait jadwal penyeberangan. “Harapannya, soal UN segera didistribusikan dan pelaksanaan UN bisa sesuai waktu yang telah ditentukan,” harapnya.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Fathor Rozi mengatakan, seharusnya Disdik setempat memperhitungkan secara cermat estimasi waktu pendistribusian soal dengan waktu pelaksanaan UN sehingga tidak sampai mengganggu pelaksanaan UN di kepulauan.
Menurut dia, jangan sampai pendistribusian soal UN ke kepulauan tidak tepat waktu sehingga dapat mengganggu keberlangsungan pelaksanaan UN. Lebih dari itu, ia mengungkapkan bahwa wilayah kepulauan memang harus diperlakukan secara khusus. “Karena terbentang jarak,” paparnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan UN untuk tingkat SMA atau sederajat akan dimulai tanggal 13-15 April 2015. Sementara untuk tingkat SMP atau sederajat akan dilaksanakan tanggal 4 Mei 2015 hingga selesai.
Terkait jumlah siswa kelas akhir di Kabupaten Sumenep yang akan mengikuti pelaksanaan UN tahun ini sebanyak 26.700 yang tersebar di beberapa lembaga. Jumlah tersebut sudah meliputi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan yang sederajat.
(FATHOL ALIF)