PAMEKASAN, koranmadura.com – Anggota DPRD Pamekasan menemukan banyak guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang belum fasih baca-tulis al-quran. Karenanya, diharapkan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat memberikan pembinaan khusus terhadap guru-guru tersebut.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Muhammad Sahur Abadi, membenarkan banyak guru PAI dari semua tingkat pendidikan tidak fasih baca-tulis Al-quran, meski dia tidak menyebut secara pasti berapa jumlah guru-guru tersebut. Dia hanya menyarankan guru-guru itu dikirim ke pesantren untuk belajar baca-tulis Al-quran.
“Di pondok pesantren mereka akan belajar hukum bacaan Al-quran, hingga benar-benar fasih,” kata Sahur, Senin (28 September 2016).
Mantan aktivis PMII itu memaparkan, Disdik tidak perlu mengirim guru PAI ke pesantran setiap hari, tapi sekali dalam satu minggu. Meski sekali, dia yakin guru-guru tersebut akan fasih baca-tulis Al-quran, tapi dengan catatan pengiriman ke pesantren dilakukan secara rutin.
Politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menganggap pengiriman guru ke pesantren untuk belajar baca-tulis Al-quran merupakan program cemerlang, itu pun tidak membutuhkan anggaran banyak.
“Cukup instansi terkait memiliki keinginan untuk merealisasikan itu,” jelas Sahur.
Menyikapi hal itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Pamekasan, Prama Jaya, akan mempertimbangkan usulan anggota DPRD tersebut. Dia merasa program tersebut memang perlu dilakukan.
“Ini program yang bagus, tapi kami akan pertimbangkan dulu, karena tahun 2017 nanti kami sudah mengagendakan diklat baca-tulis Al-quran bagi guru PAI,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi via telepon genggam. (RIDWAN/RAH)
