PAMEKASAN, koranmadura.com – Sekretaris Fraksi PAN Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Harun Suyitno mengatakan, minat guru untuk mejadi kepala sekolah di Pamekasan sangat rendah.
Salah satu faktornya, kata dia, tunjungan yang diterima per bulan tidak sesuai dengan tanggungjawabnya sebagai seorang pemimpin di lembaga pendidikan.
Menurut politikus PKS tersebut, setiap bulan kepala sekolah hanya menerima tunjungan sekitar Rp 125 ribu. “Ini sangat miris, tunjungan senilai itu tidak sebanding dengan tanggungjawabnya,” kata Harun Suyitno, Jumat 28 April 2017.
Harun sendiri mengaku tidak heran lagi jika selama ini banyak jabatan kepala sekolah di sejumlah lembaga pendidikan kosong. “Coba Anda cek, banyak kok yang diisi oleh Plt,” ungkapnya.
Selain itu, faktor rendahnya minat jadi kepala sekolah karena biayanya harus ditanggung oleh calon.
“Kami melakukan investigasi ke bawah. Hasilnnya banyak guru tak minat jadi kepala sekolah. Ketika ditanyakan, mereka menjawab tunjangannya kecil,” beber Harun.
Oleh karena itu, ia meminta Pemkab Pamekasan menjamin kesejahteraan kepala sekolah, karena itu akan menunjang terhadap kinerjanya. “Jika kesejahteraannya terjamin secara otomatis pendidikan di sekolah itu terjamin, harapan kita ke arah sana,” jelasnya. (RIDWAN/MK)