SAMPANG, koranmadura.com – Pemerintah berencana segera mengalihkan penggunaan tabung elpiji dari yang 3 kilo gram ke elpiji ukuran 5,5 kilo gram. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Wahyu Prihartono.
Dia menyatakan elpiji 3 kilo gram seharusnya dipakai masyarakat miskin dan hampir miskin. Ternyata salah sasaran. “Banyak digunakan orang mampu. Seperti rumah makan dan orang mampu itu, seharusnya menggunakan elpiji yang 12 kilo gram. Nah, itu salah sasaran subsidinya,” ucapnya, Kamis, 21 September 2017.
Oleh sebab itulah, pengalihan penggunaan gas itu akan segera diberlakukan. “Paling Oktober sosialisasinya. Sekarang mulai digodok oleh Pertamina. Kalau dihitung-hitung, harganya lebih murah yang ukuran 5,5 kilo gram itu,” tandasnya.
Selain itu, menurut Wahyu Prihartono, sejak terjadi konversi dari minyak tanah ke gas mulai 2009, kebutuhan gas elpiji terus membeludak. Akibatnya, saat ini Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) mengimpor gas sekitar 70 persen. Untuk memenuhi kebutuhan gas secara nasional.
“Dulu, sejak pakai minyak, pemerintah subsidi sampai 7 ribu lebih per liter. Akhirnya, dikonversi ke gas. Subsidinya menjadi Rp 2.500. Pemerintah mempunyai cadangan sebesar Rp 179 triliun. Bentuk realisasinya, pemerintah memberikan tabung gas 3 kilo gram dengan kompornya,” ujarnya.
(MUHLIS/RAH)