SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diminta untuk memperhatikan penggunaan dana aloksi khusus (DAK) tahun 2018 sehingga sampai akhir tahun dapat terealisasi 100 persen.
Pasalnya, realisasi dana yang bersumberkan dari APBN tahun 2017 di Kabupaten yang berada diujung timur pulau madura sebagian hangus, seperti yang terjadi di Dinas Pendidikan.
Hal itu dikatakan oleh Anggota Dewan Pendidikan Sumenep (DPKS) Badrul Arrozy. Dirinya menginginkan DAK 2018 terserap semua. “Jangan sampai peristiwa itu terulang kembali,” katanya, Selasa, 30 Januari 2018.
Oleh sebab itu pihaknya berharap Dinas Pendidikan lebih profesional dalam merealisasikan DAK tahun ini.
Dicontohkan, Dinas Pendidikan lebih objektif dalam memverifikasi calon penerima. Selain itu, pihaknya meminta dalam penentuan penerima tidak ada unsur titipan dari siapapun. “Sehingga realisasi DAK sampai kepada sekolah yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.
Sesuai Peraturan Kementerian Keuangan semua pekerjaan yang dibiayai melalui APBN harus terserap maksimal Juni 2018. Apabila tidak anggaran tersebut dipastikan hangus.
Tahun 2017 sebesar Rp 6,75 miliar DAK di Dinas Pendidikan tidak terserap karena terbentur adanya perubahan juknis dari pemerintah pusat.
Berdasarkan edaran dari Bappeda terkait ploting anggaran DAK tahun 2018 sebesar Rp110.568.000.000. Salah satunya akan dialokasikan untuk bidang Pendidikan sebesar 23.677.000.000., Bidang Kesehatan sebesar 17.467.000.000 dan Bidang Pertanian sebesar 1.591.000.000.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan A Shadik mengaku optimis DAK khususnya bidang pendidikan terserap semua tidak seperti tahun sebelumnya.
Sementara verifikasi penerima pihaknya menjamin tidak ada titipan. Sebab, pemerintah pusat dalam memverifikasi bekerjasama dengan lembaga profesional, selain verifikasi yang dilakukan dinas pendidikan. “Jadi, tidak ada titipan,” tegasnya. (JUNAIDI/FAIROZI)