SUMENEP, koranmadura.com – Sebanyak 24 dari 149 sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dipastikan tahun ini belum bisa menerapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Hal itu disebabkan karena minimnya fasilitas yang belum memadai. 24 SMP itu dipastikan masih melaksanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).
Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten (Disidik) Sumenep, Moh. Iksan mengatakan bahwa sejumlah lembaga pendidikan di bawah naungannya telah melakukan simulasi. “Hari ini terahir pelaksanaan simulasi UNBK di masing-masing sekolah,” kata Iksan.
Hasil pantauan di sejumlah sekolah, menurut Iksan, simulasi UNBK yang digelar berjalan tanpa kendala, utamanya di wilayah daratan yang 100 persen akan menggelar UNBK pada tahun ini.
“Semua sekolah tingkat SMP sudah siap menghadapi ujian nasional, baik persiapan sarana dan prasarana,” terangnya.
Sementara calon peserta UN tingkat SMP di bawah naungan Disdik Sumenep tahun pelajaran 2017-2018 yang ditetapkan sebagai daftar nominasi tetap (DNT) mencapai 6.803 siswa. Jumlah peserta itu meliputi 5.831 siswa dengan sistem UNBK dan 962 siswa untuk UNKP.
Sekadar diketahui, 24 lembaga sekolah yang belum siap menggelar UNBK itu semuanya di wilayah kepulauan. Sebab untuk wilayah daratan semuanya berbasis UNBK. (JUNAIDI/DIK)